Dua Pilihan Saja

Sambel Trasi
Karya Sambel Trasi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 April 2017
Dua Pilihan Saja

 

Kita belajar dewasa dengan cara tetap tersenyum sebisa mungkin ketika ada hinaan yang menyakitkan hati. Kita yakin dengan cara ini kita belajar tidak marah, kita harus menahan agar tidak marah, menahan rasa sakit dengan senyuman seakan kejadian yang menyakitkanpun bukanlah hal yang sakit. Dan pilihan kedua adalah cara termudah, yaitu turuti saja ego dan luapan emosi.

Atau hal yang sangat menyinggung perasaan sebaiknya tidak terlalu ditanggapi dengan ego dan pembelaan diri atau bahkan membalas dengan cara menyakiti. Hidup adalah tentang prilaku kepada manusia lain. Bukan hanya soal banyaknya materi yang dimiliki, tentang strata, tentang jenjang pendidikan, tentang nasab, atau hal yang lainnya. Tapi hidup itu hanya soal bagaimana cara memperlakukan manusia.

Yang dihadapkan pertama kali pada manusia lain bukanlah strata kita, nasab kita, kekayaan kita, Ijazah kita, intelektual kita, paras kita atau lainnya. Tapi adalah perilaku baik, sopan santun, dan cara komunikasi baik yang dibutuhkan manusia lain. Maka dari sini, kita bisa mengetahui dengan sadar atau tidak, pada akhirnya kita harus memilih dengan cara apa yang akan kita lakukan pada manusia lainnya.

Pada akhirnya, apapun tentang kita tergantung apa yang kita lakukan. Ada dua pilihan, menjadi baik dengan cara sabar dan menelan pedihnya hinaan, musibah, dan cobaan. Atau kedua sebaliknya dengan cara meluapkan semua perasaan marah agar semua orang tahu dan semaunya sendiri. Simpel bukan? Karena hidup adalah pilihan. Apa yang kita pilih adalah apa yang kita pikirkan, apa yang kita pikirkan adalah apa yang kita perbuat, apa yang kita perbuat adalah apa yang akan kita terima.

Dimanapun orang bijak akan selalu tenang, tidak mudah marah, tidak mudah kecewa, tidak cepat setres, tidak cepat sakit hati, tenang hatinya, tidak mudah menghina, tidak mudah mencaci maki, tidak mudah mengeluh beratnya hidup, tidak menyalahkan orang lain, disukai banyak orang, menjadi sahabat baik, tidak merasa paling ini-itu, berprilaku baik, hidup sewajarnya, hidup apa adanya, dan akan selalu bahagia.

Dengan catatan, bahwa ratusan kata bijak, ribuan nasehat tak akan bisa selesai kalau tidak kita lakukan pada kehidupan nyata, lapar tidak akan hilang tanpa ada tindakan berupa makan, rindu tidak akan pernah selesai kalau tidak ada tindakan untuk berjumpa, cinta tidak akan menjadi cinta jika tidak terbalaskan, jatuh cinta tidak akan indah kalau bertepuk sebelah tangan, dan hidup tidak dikatakan hidup jika tidak ada kehidupan.

Jombang, 28 Maret 2017

  • view 47