Menyoal 'Jam Setengah Dua'

Ahmad Supiyandi
Karya Ahmad Supiyandi Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 16 Februari 2016
Menyoal 'Jam Setengah Dua'

"Terbangun jam setengah dua karena suara orang meronda"

Kalimat di atas muncul dalam pikiran saya secara spontan. Namun, jika Anda cukup iseng untuk menyelisik (bukan menelsik) setiap kata yang Anda ucapkan, Anda akan menemukan bahwa konstruksi kalimat di atas ternyata telah melewati proses yang sangat panjang. Percaya atau tidak bahwa pola tersebut telah melintasi samudra untuk sampai dan dipergunakan oleh kita--ah, iya saya, orang Indonesia.?

Tahukah Anda, kenapa orang Indonesia umumnya menyebut pukul 01.30 '[jam] setengah dua' bukan '[pukul] satu setengah'? Hal tersebut ternyata dipengaruhi oleh sistem penyebutan waktu di dalam bahasa Belanda. Di dalam bahasa Belanda, pukul 01:30 diucapkan 'half twee' artinya setengah dua.
Sedangkan dalam bahasa Inggris, untuk menyebutkan pukul 01:30, digunakan 'half past one'. Pola penyebutan waktu seperti itu digunakan juga dalam bahasa Melayu-nya orang Malaysia.?


Tak mengherankan, seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia lama dijajah oleh Belanda dan Malaysia dijajah Inggris.
Sekarang mungkin kita?sadari bahwa penjajahan (kontak sosial) ternyata ?memberi dampak yang sangat besar pada segala bidang. Sampai-sampai untuk menyatakan waktu pun kita terpengaruh sistem kolonial. Ah sudahlah!

Omong-omong 'ronda' juga produk jajahan loh, dari semenanjung Iberia sana!

?

  • view 200