Seputar "Kurang Piknik'

Ahmad Supiyandi
Karya Ahmad Supiyandi Kategori Sejarah
dipublikasikan 15 Februari 2016
Seputar

?Wahai para pemohon petisi, kalian memang kurang piknik, padahal sudah ada 2 pantai buatan di bandung. Lokasi2 pantai buatan di kota Bandung dan sekitarnya. 1. Kampung Gajah Cihideung. 2. Kolam renang Trans Hotel. Silakan piknik. jangan lupa pake celana. *Pada manja ah. ke pangandaran dibilang jauh, ke kampung gajah dibilang harus bayar? tulis Ridwan Kamil pada akun Instagramnya. Ridwan Kamil memang cukup akrab dengan pengguna internet di tanah air. Beliau memiliki beberapa akun media sosial yang dikelolanya sendiri, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

?

Melalui akun media sosial beliau sering berguyon kepada para pengikutnya. Tak jarang dari guyonan-guyonannya itu muncul istilah-istilah unik yang kemudian menjadi lebih viral di masyarakat. Salah satunya adalah istilah kurang piknik. Perihal yang pertama kali membangkitkan kembali kata piknik dalam frasa kurang piknik mungkin masih bisa diperdebatkan. Selain grup musik Jamrud yang memakai judul lagunya ?Kurang Piknik?, Wali kota Bandung pun turut ambil bagian dalam fenomena tersebut. Coba saja Anda ketikan ?kurang piknik r...? pada mesin pencari Google, maka Anda akan dirujuk pada beberapa kata kunci seperti ?kurang piknik Ridwan Kamil?. Hal itu menandakan bahwa istilah kurang piknik memang memiliki ?hubungan erat? dengan Ridwan Kamil.

?

Hasil pencarian menggunakan kata kunci ?Kurang piknik? (pada saat tulisan ini dibuat) memuat lebih dari setengah juta entri, sedangkan apabila mengetikkan ?Kurang piknik Ridwan Kamil? hasilnya adalah 17.000 entri. 17.000 entri tentu bukan angka yang sedikit.

?

Kata piknik dalam frasa kurang piknik bernasib sama dengan kata galau. Kata-kata tersebut kembali populer setelah cukup lama dilupakan bahasawan Indonesia. Selain dari hal proses kebangkitannya, kesamaan lain ditunjukan oleh perubahan ?konsep? dari masing-masing kata tersebut. Konsep galau pada awal-awal ?kebangkitannya? mengacu pada makna ?kegundahan hati karena hubungan percintaan?. Sedangkan dalam konteks kekinian, konsep piknik sering dianggap sama dengan konsep liburan, berwisata, melancong,backpacing, bahkan touring.

?

?

Dahulu kata piknik memiliki makna yang lebih khusus, yaitu bepergian ke suatu tempat (di luar ruangan) untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan. Sekarang konsep piknik lebih umum, sama dengan?bertamaya. Tetapi, Anda tak perlu takut atau khawatir dicap sebagai pengguna bahasa yang urakan karena?berpiknik tanpa membawa keranjang. Karena di dalam KBBI edisi ke IV pun, arti kata piknik disamakan dengan ?kata?bertamasya.

?

Pik?nik?v bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dng membawa bekal makanan dsb; bertamasya: hari ini mereka -- ke Cibodas;

ber?pik?nik?v piknik

?

Pengertian bertamasya?sendiri adalah pergi menikmati perjalanan yang menyenangkan atau pergi bersenang-senang hati melihat-lihat keindahan alam. Tak ada benda khusus yang perlu dibawa jika mengacu pada konsep bertamasya. Tak ada keranjang, tikar atau bekal makanan. Tinggal jus, leos!

?

Kembali menyoal?piknik. Saya belum mendapat rujukan yang pasti asal-usul istilah?piknik. Yang jelas, saya ?mencurigai? dua bahasa sebagai ?pengekspor? kata?piknik ini. Bila dicermati dari struktur katanya, saya menduga kata?piknik?berasal dari bahasa Inggris atau bahasa Belanda. Kata?piknik?memiliki kemiripan dengan struktur kata yang masing-masing membentuk kata?picnic?dan?picknick dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Secara pelafalan?keduanya identik. Kedua kata tersebut sama-sama berpotensi menjadi asal mula kata?piknik. Proses penyerapannya bisa dilakukan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal.

?

Belum lagi, jika kita melihat dari sudut pandang yang lain, misalnya sudut pandang sejarah. Seperti yang kita ketahui, Belanda pernah menjajah Indonesia. Dengan bahasa Belanda sebagai wahana kebudayaannya, mereka memberikan andil yang sangat besar terhadap khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Kontak sosial yang terjadi antara 'kompeni'?dan 'pribumi', mau tak mau memengaruhi bahasa yang digunakan. Pengaruh itu bisa kita lihat mulai dari kata yang dianggap keren seperti?politik?dari kata politiek, sampai kata yang seolah sepele, misalnya?waskom?untuk?baskom. Lalu, kata picknick mungkin menjadi salah satunya. Meski belakangan bahasa Inggris turut mengambil peran yang sangat dominan dalam perkembangan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, untuk mencari asal-usul kata piknik , kiranya kita masih perlu mengkajinya dalam bidang ?etimologi.

?

Terlepas dari negara mana yang ?mengekspor? kata?piknik?ke Indonesia. Kali ini saya akan mengajak Anda untuk menelusuri sejarah kelahiran istilah piknik di tengah-tengah peradaban manusia. istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah konsep dalam budaya ?bersenang-senang?ala?umat manusia.

?

Berdasarkan etimologi yang dirangkum dari laman Wikipedia,?Picnic-nya bahasa Inggris berarti liburan dengan membawa makanan di luar ruangan (Sila kunjungi laman: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Picnic).?Setelah dilakukan penelusuran, kata?picnic?pertama kali ditemukan dalam versi cetak pada tahun 1692 ?dalam buku?Origines de la Langue Fran?aise?oleh Tony Willis. Pemakaian kata tersebut digunakan untuk menggambarkan sekelompok orang yang membawa sendiri?wine?saat makan di restoran. Kata yang diperkirakan berasal dari kata?pique?nique?bahasa Perancis,?pada prosesnya ?memiliki konotasi ?makanan yang dikumpulkan dari sumbangan masing-masing orang?. Kemudian, kata ini menyebar ke belahan dunia lain termasuk Indonesia, sebagai kata yang mengacu pada aktivitas liburan di luar ruangan dengan membawa bekal makanan.

?

Jika kata?piknik?belum jelas ?diimpor? dari bahasa Inggris atau Belanda, terdapat satu kata dalam bahasa Indonesia yang sama-sama berkonsep budaya bersenang-senang yang?lebih mudah dicarikan asal-usulnya, yaitu kata?vakansi. Kata ini memang kurang akrab di telinga kita walau sudah ?bersertifikat? EYD dan tertuang dalam KBBI. Bahkan, kata ini kalah tenar dibandingkan kata?backpacking?yang ilegal jika tak dimiringkan.

?

Pengertian?vakansi?menurut KBBI adalah?libur; liburan. Kata turunannya yaitu ?bervakansi??yang berarti?berlibur. Kata vakansi terdapat dalam bahasa Inggris?yaitu vacation,?dan dalam bahasa Belanda yaitu vakantie. Pada pembahasan selanjutnya, kedua bahasa tersebut kembali menjadi terduga ?pengekspor? kata?vakansi ke nusantara.

?

Terdapat alasan yang kuat mengapa kata?vakansi?lebih mudah ditelusuri asal-usulnya tanpa memperhatikan faktor sejarah sekali pun. Caranya yaitu dengan melihat proses penyerapannya ke dalam bahasa Indonesia. Proses penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia umumnys melewati berbagai cara, antara lain: penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal (contoh:?kamera?dan?mikrofon), penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal (contoh:?desain?dan?fail), penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal (contoh:?nasal?dan?radar), dan terakhir adalah penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal (contoh:?devide et impera).

?

Bila melihat aturan penyerapannya, kata?vakantie?(bahasa Belanda) memiliki pola penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal yang ?lebih dekat? dibandingkan kata?vacation?(bahasa Inggris). Suku kata?tie?pada?vakantie?dilafalkan mirip dengan?si?dalam?vakansi?(bahasa Indonesia). Jika kata?vakansi?diserap dari bahasa Inggris, mungkin kata yang akan kita kenal sekarang adalah?vakasi, bukan?vakansi. Bilapun kita tetap memaksakan diri untuk menyerapnya dari bahasa Inggris, kata tersebut akan melewati proses penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal yang ekstrem, karena telah menambahkan bunyi fonem?n (vacation?menjadi?vakansi)?. Setelahnya, kita akan mengenal bentuk turunan?bervakasi,?bukan?bervakansi.

?

Sebenarnya, masih banyak lagi kata-kata yang berkaitan dengan usaha manusia dalam menyegarkan kembali jiwa dan raganya saat musim liburan tiba. Seperti?kata wisata,?rekreasi,?lancong tamasya?dsb. Belum lagi kata-kata asing yang kini mendapat tempat di hati masyarakat, seperti?backpacking?dan?touring.

?

KBBI tidak begitu jelas membedakan arti istilah-istilah ihwal ?kegiatan bersenang-senang? di atas. Dalam KBBI, semua kata yang saya sebutkan menggambarkan konsep yang bisa dikatakan sama. Padahal jika diteliti lebih lanjut, beberapa kata tersebut mewakili konsep yang berbeda. Tetapi, dalil bahwa bahasa itu lentur mau tak mau membuat penyusun KBBI dalam hal?piknik?tunduk. Kelenturan bahasa tergantung pengguna bahasa itu sendiri. Dulu kata?piknik?digunakan untuk mengungkapkan konsep liburan dengan membawa bekal makanan, sekarang para pepiknik tak perlu repot-repot lagi membawanya.

?

Masyarakat kita terutama pengguna internet di tanah air memang unik, mereka seperti berlomba-lomba mencari pengakuan. Salah satu upaya pencarian pengakuan tersebut yaitu dengan media bahasa saat bercuap di media sosial. Sebuah kata yang unik dan ngehits mestilah digunakan agar dianggap gaul. Efeknya, sebuah kata yang sempat dilupakan kini muncul kembali permukaan karena dianggap unik dan dapat ?mengunikkan? pemakainya. Ya, caption??kurang piknik? pada Instagram dianggap dapat ?mengunikkan? pengunggahnya. Walaupun, konsepnya telah ?diubah total?. Sekarang semuanya 'pantas'? berpiknik, termasuk anggota dari sebuah klub motor yang gagah nan garang dan sama sekali tak membawa keranjang!

?

Jangan dibanyangkan!

  • view 1.5 K