Bangkitlah Kawan

Achmad Yudiar
Karya Achmad Yudiar Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 Oktober 2016
Bangkitlah Kawan

Bangkitlah Demi Cita-Citamu

Bercita-cita untuk menjadi pribadi yang sukses, mulia, bahagia, dan manfaat adalah keharusan dan keutamaan. Hidup tanpa cita-cita bagaikan gurun yang tandus dan gersang, kering, serta tak bernilai. Jangan takut untuk bercita-cita, walau orang-orang sering mengatakan sulit dan sering mencela seakan kita tak mampu untuk melakukannya. Segera bangkit, tanam, dan pupuklah pohon harapan di taman cita-citamu, semua akan menjadi mudah jia kita mau dan bertekad untuk memperjuangkannya. Mau atau tidak itu adalah pilihanmu. Berhasil atau tidak yakinlah Allah telah menyiapkan yang terbaik untuk hambanya yang mau berusaha dan ingat kepadanya. Allah telah menjanjikan kepada hambanya bahwa Allah tidak akan mengubah nasib hambanya, sebelum hamba itu mengubah nasibnya sendiri.

Bercita–cita lah setinggi mungkin, setinggi bintang yang menghiasi langit biru dengan keindahannya.   Mampukah kau menggapai bintang itu, apakah anda tetap berangan–angan, hanya berpangku tangan tanpa sebuah tindakan dan berdiam diri, laksana roda yang berputar hanya pada porosnya. Mimpi itu butuh kesungguhan, tindakan, dan tujuan yang jelas, tanpa itu semua mungkin semuanya tidak berarti apa-apa. Untuk menggenggam mimpi yang telah kau tancapkan tentunya bukan tanpa rintangan yang telah menunggu di setiap langkah yang kita lakukan, malas, cemoohan, dan keptusasaan itu adalah sebagian kecil masalah yang sering kita alami dalam proses menggapai mimpi itu, tapi yakinlah sahabat Nothing is impossible, if you think you can, you can, man jadda wa jada, mungkin istilah itulah yang sering terngiang di telinga kita, semua akan terwujud jika kita bersungguh–sungguh, tiada yang tak mungkin jika kita mau dan sungguh–sungguh memperjuangkannya. Saya tidak ingin anda larut dalam mimpi anda, seperti macan yang tidur, kemdian bangun hanya sekedar mencari mangsa untuk makan, kemudian tidur lagi  hingga bangun lagi jika ia lapar. saya ingin anda berpeluh darah, berjuang seperti para pemecah batu yang tiada pernah mengeluh memukul batu itu, dimana setiap pukulan demi pukulan itu akan menjadi setitik harapan demi kebutuhan keluarga dirumah, tak ada sedikitpun rasa mengeluh dan putus asa walaupun segala risiko dan bahaya selalu mengintai di setiap pukulan yang ia lakukan. Namun, apa yang seharusnya anda lakukan, jika anda gagal, mengeluh, dan merasa tak mampu menaklukan mimpi dan cita – cita anda? Maka secara sederhana saya akan mengatakan, bangun, bangkit, berdiri, lalu berlarilah karena sebenarnya ketika anda gagal maka semakin dekat pula anda dengan kesuksesan yang anda inginkan jika anda mau bangkit dan mmencobanya lagi, karena kesuksesan yang terbesar adalah ketika anda mau dan mampu bangkit dari kegagalan anda. Karena tidak banyak orang kita temukan ketika ia gagal mereka menyerah dan berhenti memperjuangkannya,  mungkin mereka merasa bahwa mereka tidak mampu lagi melakukannya. Padahal tidak, mereka memiliki sejuta kesempatan, dan sejuta harapan jika ia mau mencoba dan mencoba lagi.

Mungkin sedikit kisah para ilmuan bisa membuka secercah harapan itu untuk anda, kita mengenal Thomas Alfa Edison. Ia lahir di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Pada usia 4 tahun Edison menderita tuli dan dikenal sebagai anak yang bodoh, oleh karena itu pihak sekolah mengeluarkannya. Ibunya Nancy Edison tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya, sehingga ia memutuskan untuk mengajar dan mendidik Edison hingga menjadi seseorang yang genius. Pada usia 11 tahun Edison membangun sebuah laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian ia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tapi bisa berfungsi. Sadar bahwa percobaan-percobaannya membutuhkan biaya yang besar. Untuk memenuhinya itu pada usia 12 tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Pada tahun 1861, Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi ia tidak menganggapnya sebagai cacat, malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada mendengarkan pembicaraan yang kosong. Edison meandapat hak paten pertamanya untuk alat Electric Vote Recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih pada penemuan yang bersifat komesrsial. Pertemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penmuannya ke sebuah  perusahaan dan mendapat uang US$ 40000. Pada tahun 1877, Edison menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti, yaitu lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bai kehidupan manusia.

Dalam waktu dua bulan, Edison menghabiskan waktu serta uangnya untuk melakukan percobaan, persoaalannya ialah bagaimana menemukan bahan yang bisa berpijar ketika dialiri listrik tanpa terbakar. Total ada 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain yaitu, telegraf cetak, pulpen elektrik, proses pengembangan magnetik, terpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak. Thomas Alva Edison juga berjasa dalam bidang perfileman, ia menggabungkan film topografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar. Ia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar. Melewati tahuun 1920-an, kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 dengan usia 84 tahun.

Kebodohan serta ketidaksempurnaan fisik bukanlah suatu penghalang untuk kita mencapai kesuksesan, melainkan kerja keras serta usaha yang kita lakukan yang akan menentukan bagaimana dan akan menjadi apa kita nanti. Buktikan dan tunjukkanlah pada orang-orang yang telah menghina dan merendahkan anda, bahwa anda bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari mereka dan mampu menerangi dunia seperti yang dilakukan Thomas Alva Edison. “ jika kita melakukan segala sesuatu yang kita sanggup lakukan, kita benar akan mengejutkan diri kita sendiri, kelemahan terbesar terletak pada keputusasaan, cara yang paling pasti untuk sukses adalah selalu mencobanya satu kali lagi”. (Thomas Alva Edison).

  • view 272