Catatan Sejuta Mimpi

Achmad Yudiar
Karya Achmad Yudiar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 September 2016
Catatan Sejuta Mimpi

Catatan Sejuta Mimpi

Berawal dari sebuah mimpi, menjadi sebuah kenyataan yang penuh dengan cerita abadi. Akhir agustus lalu saya menginjakan kaki di sebuah universitas yang penuh dengan teka-teki dan tanda tanya. Apa sih UPI? Seberapa megah dan istimewa kah UPI? Pertanyaan yang selalu terlintas di benak saya, hingga akhirnya saya menemukan dan menempuh itu semua. Ya, saya sangat bersyukur dengan saya bisa kuliah sekaligus menimba banyak ilmu dan pengalaman di salah satu universitas pendidikan terbaik di Indonesia. Saya kuliah Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang lebih sering disebut PPB. Sebelum saya menginjakan kaki saya di tanah rantauan dengan menimba ilmu dan pengalaman di jurusan tercinta ini, tentunya perjalanan terseut bukan tanpa hambatan. Banyak kerikil dan duri yang melintang di separuh perjalanan menuju cita-cita saya. Tetapi saya selalu yakin dan optimis, karena semua itulah yang akan menempa saya hingga saya bisa menjadi pribadi yang tangguh dan pekerja keras. Mungkin saya adalah salah satu dari sekian teman saya yang nasibnya sangat beruntung, dibanding mereka yang sebagian besar tidak bisa melaanjutkan pendidikan dan lebih memilih bekerja membantu orang tua mereka. Program beasiswa yang telah di usulkan Pemda Bangka bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka menjembatani impian saya yang ingin menimba ilmu di luar kampung halaman. Dari kecil saya sudah bercita-cita ingin kuliah di universitas terbaik di Indonesia, di antaranya adalah Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sriwijaya. Namun apa daya, seperti kata pepetah, maksud hati mememluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Ternyata saya sadar, Allah punya rencana lain, Allah telah menyiapkan rencana terbaiknya untuk saya. Ya Allah Maha Tahu atas apa yang ia kehendaki atas hambaNya, karena baik menurut Allah suah tentu baik untuk hambanya, dan hal tersebut harus kita syukuri. Tidak selamanya cita sesuai harapan, tak pula harap sesuai keinginan.

22 Agustus 2013

  • view 426