yang tengah-tengahlah yang terbaik

Ahmad Muzammil
Karya Ahmad Muzammil Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 Januari 2017
yang tengah-tengahlah yang terbaik

Sedikit curhat

Betapa asmara sering membuat orang dilematis bahkan bisa berujung pada kegagalan move on hanya disebabkan asmara yang sempit, fokusnya hanya pada satu bidadari - anggapan seseorang terhadap wanita yang dicintai - di mana ia selalu dielu-elukan keelokannya.

Sering kali mereka bahkan saya sendiri ketika menjalin kasih - tak ku katakan cinta sebab aku tak tahu apa itu cinta - yang dilakukan dalam prosentase besar adalah memperdengarkan laku romans atau sering diucapkan dengan mellow. Sebagaimana yang dikatakan noe atau sabrang vokalis letto bahwa salah satu fungsi musik adalah menggerakkan perasaan, perkataan demikian amat sedikit cocok memberikan stigma kalau mereka yang sedang menjalin asmara sering kali memperdengarkan music mellow pada telinga, selain suasana hati mencocoki keinginan untuk memperdalam hati dalam meresapi jalinan kisah asmara bagi mereka yang sedang candu terhadap sesosok wanita juga juga untuk menggerakkan perasaan untuk semakin menyelam lebih dalam sampai kedalam yang terdalam dalam samudra perasaan kasih sayang.

Kuperkenalkan band baru yang sering diperdengarkan teman sekelilingku mungkin juga teman-teman nan jauh entah di mana. NDX nama bandnya, asal yogyakarta musicnya beraliran hip hop. Sekian banyak lagu dari beberapa album sudah diperdendangkan. sebagaimana telinga saya sering menangkap suara dari alunan music dan lontaran kalimat-kalimat yang menyertainya hampir bisa dikata semua berkenaan dengan kegagalan dalam menjalin asmara. Salah satu contoh judulnya bojoku ditelikung koncoku, sayang. Dll. Namun saya ingin memunculkan nilai positiv dari NDX ini. Aliran music hip-hop membuatnya menyajikan sesuatu yang baru tentang kegagalan menjalin asmara. Lantunan-lantunan kalimat memang sangat jelas menggambarkan kegagalan menjalin asmara, namun hip-hop mengubah suasana hati yang seharusnya pecah berkeping-keping atau sakit akut yang mendalam menjadi berbingar bahagia sampai-sampai badan ikut mengalun bergoyang mengikuti irama lagu. Suasana hati tidak lagi murung merasakan sepi yang berkonsekuensi malas dan hanya meratap memandang kekosongan angan kebahgiaan sebab menjalin asmara. Kegagalan asmara mampu disikapi dengan suasana tetap semangat bergoyang dan mencerahkan hati juga fikiran. Begitulah setidaknya, sesuatu yang negatif harus tetap diimbangi dengan positiv agar keseimbangan tetap terjaga. Sebab yang netral itulah yang terbaik "khoirul umuri ausatuha" sebaiak-baik perkara adalah yang tengah-tengah. Sebab move on juga dibutuhkan sebagai alat untuk berubah pada suatu kondisi yang menyesakkan menuju kondisi yang bebas berekspresi.

  • view 52