Kamu Santri? Kamu Sukses....

Ahmad Alfi
Karya Ahmad Alfi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Maret 2016
Kamu Santri? Kamu Sukses....

ANTARA SUSAH,PRIHATIN DAN SUKSES

Saat kita sedang kesusahan di pondok. Itulah masa di mana jalan kesuksesan kita nanti. Aneh bukan, susah jadi sukses. Memang begitu kenyataanya. Susah di sini di maksudkan kepada kita yang susah belajar, susah menyelesaikan tugas, susah bersaing dalam kompetisi dan susah atas kebajikan.?? ? setiapa ada kesulitan di situ pula ada kemudahan? . kalau kita berusaha, kita pasti bisa menyelesaikan masalah-masalah yang kita anggap susah tadi. Huznudzonlah terhadap apa yang akan terjadi nanti. Itulah salah satu cara meyakinkan diri kita , bahwa kita bisa menyelesaikan masalah sesuai dengan husnudzon kita tadi.

Di masyarakat kita lihat tak sedikit lulusan pondok pesantren yang?menjadi sukses. Diantaranya ada yang menjadi kyai,ada yang berprofesi sebagai guru ,dosen,dokter,tni,petani, dan masih banyak lagi. Mereka-mereka yang sukses tadi , pasti pernah merasakan apa prihatin itu. Mereka diajarkan prihatin di pondok agar mereka sadar,mengerti,tau, bahwa banyak dari mereka yang kurang beruntung di banding yang ada di luar sana. Keprihatinanlah perenan yang terpenting dalam kesuksesan. Ada cerita teman kita yang tertolong oleh keprihatinan. Awalnya dia adalah anak yang bisa di bilang bodoh . saat yang lainya hanya belajar 1-2 kali bisa paham, dia harus 4-6 kali baru bisa paham.tetapi dibalik kebodohanya dia adalah pribadi yang rajin,rajing ngeji,rajin sekolah,selalu ta?dzim (hormat pada gurunya/ yang lebih tua) ,ramah,dan murah senyum,uang saku yang di milikinyapun bisa di katakan kurang dari cukup,terlebih lagi dia hanya punya pakaianseragam 3 setel? dan tak pernah beli baru. Sampai-sampai warnanya agak luntur dan kusam. ?Semua itu dia terima apa danya. Yang menjadi kelebihanya lagi yaitu kesabaranya. Di pondok dia hanya merasakan keprihatinan. Dia prihatin terhadap apa yang ada di pondok. Sampai suatu saat tiba waktunya dia kelas 3 smp . dia harus mengikuti UASBN . hmmm saat ujian berlangsung betapa kasihanya dirinya, dia tak satupun paham dengan soal-soal yang ada di hadapanya tetapi, dia jawab soal-soal dengan jwaban sekenanya yang dia anggap benar. Setelah UASBN berakahir . daia masih prihatin. Prihatin disini maksudnya ?mempeng?, mempeng ngaji,mempeng ?jama?ah . pengumumam kelulusanpun di bagikan lewat amplop. Semua temanya yang ada disampingnya ikut khawatir akan tidak lulus dan mereka turut berdo?a aga kawanya itu bisa lulus. Dan Alhamdulllilah ternya dia bisa lulus dengan nilai terbaik. Guru-guru dan teman-temanya ikut bahagia bercampur rasa tidak percaya. Itulah sekilas cerita sebagai bukti bahwa prihatin adalah bagian yang tak bisa di pisahkan dari jalan kesusksesan.

Nah kalau sudah tau pentingnya prihatin di pondok itu seperti apa. Sekarang tinggalkanlah kebahagiaan yang berlebihan yang? tidak ada gunanya. Seperti hura-hura,konvoi motor,berboros-boros uang dan sebagainya.

Tentang kesuksesan di pondok. Sukses juga bisa berasal dari kontak anta kita dan orang tua. Saat dirumah para orang tua bekerja keras tanpa lelah dan berusaha mencari uang untuk kita. Oleh karena itu, apakah kita tak kasihan terhadap? orang tua kita ?. mereka dirumah berharapa dan berdo?a? agar kelak kita akan menjadi manusia yang sesusai lulusan pondok pesantren. Tapi disisi lain , banyak diantara kita yang bermalas-malasan,berhura-hura menghamburkan uang salku,dan menyelewengkan uang SPP dari orang tua. Apakah kita seperti itu ? semoga saja tidak.

Perlu kita ketahui, apa yang kita lakukan atau kerjakan di pondok?mempengaruhi datangnya rezeky pada orang tua di rumah. Hlo kok bisa ?, ya semua itu bisa terjadi karena, saat kita di pondok rajin belajar,rajin jama?ah,tak pernah melanggar tata tertib pondok. Disitulah? letak rezeky orang tua akan lancar. Berbeda dengan kita yang bermalas-malasan dan suka berhura-hura. Maka rezeky orang tua akan terhambat. Kalau sudah tau begini. Sekarang kita harus lebih rajin. Rajin dalam semua hal positif dan selalu prihatin. Semoga pa yang kita cita-citakan tercapai !. terus semangat dan pantang menyerah man jadda wajada !

  • view 635