‘Berkaca’: Momentum evaluasi dan refleksi diri

Ahmad Sholeh
Karya Ahmad Sholeh Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 Februari 2016
‘Berkaca’: Momentum evaluasi dan refleksi diri

Oleh: Ahmad Sholeh

?

Pak Edi (beliau biasa disapa) mengawali kultumnya dengan bercerita tentang kisah Nabi Nuh dan bahteranya. Alkisah nabi Nuh tengah membuat kapal besar di atas bukit karena beliau tahu akan dating banjir besar yang akan menenggelamkan kaumnya. Cemooh dan hinaan selalu menghampirinya, sampai-sampai orang-orang saat itu membuang kotoran diatas kapalnya sampai-sampai kapalnya dipenuhi oleh kotoran orang-orang tersebut. Suatu ketika seorang lelaki pincang hendak membuang kotoran kedalam kapal, namun ia terpeleset hingga jatuh kedalam kapal buatan Nabi Nuh tersebut. Ia pun kaget karena ternyata kakinya yang pincang sembuh dengan seketika. Merasakan keajaiban itu, lelaki pincang itu mengurungkan niatnya untuk membuang kotoran di dalam kapal itu, lalu ia membersihkan kotorannya dan mengabarkan kepada orang-orang tentang kejadian yang dialaminya. Alhasil, orang-orang yang membenci Nabi Nuh itu mengambil kembali kotoran yang mereka lemparkan kedalam kapal itu sampai kapal itu bersih.

Umat yang menentangnabiNuh punmenantangnyauntukmendatangkanazabsebagaitandakebenaranNuh,

Merekaberkata, haiNuhsesungguhnyaengkautelahberbantahdengan kami makaengkautelahmemeperpanjangperbantahanterhadap kami, makadatangkanlahkepada kami apa yang engkauancamkankepada kami, jikaengkautermasuk orang-orang yang benar. Diamenjawab. ?hanya Allah yang mendatangkannyakepadakamujikakamujikaDiamenghendakidankamusekali-kali tidakdapatmelepaskandiri. Dan tidaklahbermanfaatbagikamunasihatkujikaakuhendakmemberinasihatbagikamu, sekiranya Allah hendakmenyesatkankamu.DiaadalahTuhankamudankepada-Nyalahkamudikembalikan.(QS. Hud: 32-34)

SuatuketikaTuhanmurkadanmendatangkanazab yang besar, berupabanjirsampaimenenggelamkanbukitdandengankapalbuatanNuhlahmakhlukhidupbisaselamat.PadawaktuituNabiNuhmembawamanusia yang meyakinikebenarannya, sepasangdomba, sepasangjerapah, sepasangayam, bibittumbuhan, danmakhlukhiduplainnya.

KisahNuhtersebutadalahsuatubentukazab yang diberikankepadakaumNabiNuh yang tidakmaudiberipencerahanakankebenarantentangTuhan.Banjirterseutjugamerupakanbuktikebesaran Allah, yang Mahaberkuasaatassegala yang terjadi di duniaini.

Kisahtersebuttentunyamenjadirefleksibagikitauntukberkacadanmengoreksidirikitahariini.Mengapabanjir dating setiapmusimpenghujandatang?Sudahbanyakpenyuluhandaniklan-iklan yang menyampaikanpesan moral tentangindahnyamenjagakebersihanlingkungan, penghijauan, danpencegahanberbagaimacambencana yang diakibatkanolehkerusakan yang manusiaperbuat.?Dalam Al-Quran Surat Al-BaqarahAyat 30, yang artinya:

IngatlahketikaTuhanmuberfirmankepada Para Malaikat: "Sesungguhnyaakuhendakmenjadikanseorangkhalifah di mukabumi." merekaberkata: "MengapaEngkauhendakmenjadikan (khalifah) di bumiitu orang yang akanmembuatkerusakanpadanyadanmenumpahkandarah, Padahal Kami SenantiasabertasbihdenganmemujiEngkaudanmensucikanEngkau?" Tuhanberfirman: "Sesungguhnyaakumengetahuiapa yang tidakkamuketahui."

Padadasarnyamanusiamemangmemilikinaluriperusak, demikianlahmengapaIblismenentangdiciptakannyamanusiasebagaikhalifah di mukabumiini.Namun Allah mengamanahkandengantegasbahwaperanmanusia di mukabumiadalahsebagaikhalifah, yang mampumengatur, menjagadanmelestarikanbumidanperadabandunia.

Jikakitatarikpadakontekskekinianbahwasannyabencanabanjir yang melandasebagianNegerikitabukanlahsemata-matatakdir yang haruskitaterimabegitusaja, namunperlulahkitamerefleksikanbahwasegalaperilakumanusiahariinitelahmelunturkanperannyasebagaikhalifah di mukabumi.Bukankahbencana yang demikianmerupakandampakdarieksploitasialam yang dilakukanmanusia, makaterlalumagisjikakitaberpikiriniadalahtakdir. Di Tengah Negeri Indonesia nanmakmurinimayoritasadalahumat Islam, banyakUlamadanKiyai yang takhentimendengungkanayat-ayatTuhandanberdoa, lalukenapamasihterjadibencana.

Tentulahsebagaikhalifah di mukabumikitaharusmelakukantindakan yang membumi, bukanhanyadengandoaataupuji-pujian. Dalamhalinitentunyaperanseluruhelemenmasyarakat, pemerintahan, Kiyai, kaummudadan lain sebagainyauntukturutandildalamperlbagaiproblematikakitahariini. Bahwasannyateguran, azabatauujian yang Allah turunkankepadaNegerikitahariiniadalahmanifestasiketidakbenaranmanusiadalammengembanamanahnyasebagaikhalifah.Makaketabahanhati, keihklasan, keimananakankebesaran Allah haruskitatingkatkan. Bukanhanyaitu, hasratuntukmencapaiperubahanhendaknyadimanifestasikandalamtindakan-tindakansederhana yang ?menyelamatkan? danramahlingkungan.

Semogatulisaninimemilikidayagunabagipembaca, harapanbesarsayasegalabencana yang terjadimampumenjadi momentum untukmengevaluasidiridanmenimbulkankesadaran individual yang terakumulatif, sehinggaterjadiperubahan.Terimakasih.

?

?

Sumberdanacuan

Kultum Dekan FKIP UHAMKA (30 Januari 2014, Mesjid Darul Ulum). Sukardi, M.Pd.

Kisah-kisah Pembebasan dalam Al-Quran (Resist:Yogyakarta). EkoPrasetyo.

  • view 249