Uang Bukan Syarat Utama Saat Mampu Memanfaatkan yang Kita Punya: Secara Cerdas!

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 21 Februari 2016
Uang Bukan Syarat Utama Saat Mampu Memanfaatkan yang Kita Punya: Secara Cerdas!

Cerita sebelumnya di link yang ini.

***

Tapi bahkan dengan semua pemahaman tentang wanita yang saya punya, tetap saja tak pernah bisa menjadikan saya sosok yang mengerti tentang wanita!

Karena memahami jelas amat berbeda dengan mengerti. Dan Mulan cuma pernah mengajarkan saya tentang membaca tanda yang ada dalam diri wanita, tanpa pernah mengajari saya sedikitpun tentang wanita itu sendiri. Bagaimana mungkin kulit dapat menggantikan isi...?!!!

Dari Mulan pula saya tahu bahwa kearifan lokal dan global yang terdapat dalam kata-kata No Pain No Gain, Jer Basuki Mowo Beo, atau No Money No Doing, yang seringkali saya jadikan pembenaran atas segala ketidak mampuan saya, menjadi tidak sakral lagi.

Dengan entengnya Mulan ganti kata-kata itu dengan sederet kalimat sederhana namun cukup terbukti keampuhannya.

?Imposible is Nothing,? ucap Mulan, yang dilanjutkan dengan kata-kata, ?Yang terpenting bukan di mana kita berada, Bay... melainkan di mana kita bisa melakukan yang terbaik yang kita punya??

Sejak saat itu saya ditarik oleh Mulan untuk memasuki ?dunia? di mana uang bukanlah prasyarat utama, saat kita mampu untuk memanfaatkan hal-hal terbaik ?dan juga terburuk- yang kita punya: Secara cerdas...!

Informasi dan data jadi begitu penting buat kami saat itu, juga cara mengemukakan fakta-fakta kepada pihak yang ?kebetulan? terkait dengan keinginan dan tujuan.

Dan kuliah + dapat ?gaji? dari UI adalah prestasi terbaik yang berhasil saya peroleh saat remaja, yang kemudian masih berlanjut dengan segala macam ?pengalaman tak biasa? yang saya dapatkan seperti yang akan tertera dalam tulisan saya yang selanjutnya.

Lama setelahnya baru saya sadari bahwa Mulan saat itu, sebenarnya tengah mengajari saya tentang apa-apa yang dikemudian hari lebih dikenal sebagai streetsmart.

Mulan ajarkan kepada saya harus ?menjadi apa dan menuju ke mana?, lengkap dengan ?bagaimana menjadikannya?. Mengenal lebih dalam setiap garis, bentuk dan warna yang saya temui pada manusia-manusia kunci yang Mulan kenalkan kepada saya.

Ada satu kata-kata Mulan yang selalu saya ingat, yang dia ucapkan pada suatu hari saat tengah berada dalam dekapan saya.

?Gue ga mo terima lo yang apa-adanya, Bay... Gue bener-bener ingin lo bisa jadi tempat gue bernaung kelak dari badai dunia...?

Sebuah ucapan yang seringkali jadi sesuatu yang menguatkan saya saat benar-benar terkapar dihantam beribu badai dalam hidup saya.

Dan ucapan itu pula yang kemudian memacu saya untuk mampu menjadi apapun atau siapapun yang Mulan butuhkan.

Dengan logika terbalik saya kembangkan sendiri streetsmart dan manusia-manusia kunci yang pernah Mulan beri. Merubah ?we must to...? menjadi ?what if? dan ?how to...? hingga saya dapat menjadi seperti yang sekarang ini, yang tahu begitu banyak nyaris tentang apapun dan dimanapun.

Saya tahu bagaimana caranya membuat? (Bersambung ke bagian #7).

?

Secangkir Kopi Perlit?Dunia Aneh Si Bay?#6, ThornVille-inspirasi.co.

*Link sebelumnya: Kemampuan Membaca Wanita yang Tak Perlu Dipelajari

  • view 193