Kemampuan Membaca Wanita yang Tak Perlu Dipelajari

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 21 Februari 2016
Kemampuan Membaca Wanita yang Tak Perlu Dipelajari

Cerita sebelumnya di link yang ini.

***

?CD lo M? ucap saya datar, biasa, yang justru dibalasnya dengan rentetan kata-kata setengah berteriak seakan-akan saya adalah seorang maniak yang pernah nyolong jemuran celana dalamnya.

Penasaran, cewek yang kini mengganti nama belakangnya di facebook dengan sejenis minuman khas India campuran susu panas dan teh itu kembali bertanya ukuran yang lainnya.

?Kacamata lo 34, siklus haid lo biasanya dimulai antara tanggal sekian sampe tanggal sekian, dan berakhir tanggal sekian, dengan siksaan nyeri dan ga nyaman di bagian ini dan ini?, cerocos saya panjang lebar, yang semakin membuatnya bercuit-cuit kebingungan.

Si Teh Susu ini jelas gegabah karena berani bertanya tentang pemahaman saya soal pernak-pernik wanita, justru di saat teman-temannya menduga keras bahwa saya adalah suami entah siapa.

Telmikah Si Teh Susu? Saya tak berani menyebut itu, karena pada kisah selanjutnya justru saya banyak belajar tentang logika dan karakter kepadanya.

Lugu mungkin kata yang paling tepat untuk dia sandang. Sehebat apapun karakter dan logika yang dia punya, keluguan adalah watak terkerasnya, yang sayangnya cukup menghambat untuk dia mencapai titik yang seharusnya, dan bukan sekedar yang sekarang dia punya.

Si Teh Susu tak pernah tahu bahwa dengan cara yang sama, saya bisa menebak sangat tepat pernik yang disandang seluruh teman kampus wanita. Selain Si Bintang tentunya, karena cuma Si Bintang satu-satunya teman cewek Kristen saya yang sholatnya libur melulu, haha... :P

Dengan cara yang sama pula saya tahu beraneka macam kacamata khusus itu, mulai dari yang standar hingga yang bisa dibuka cetrekannya dari depan, atau kacamata berkancing seperti yang biasa dipakai oleh ibu-ibu yang tengah menyusui.

Jangan tanya dari mana saya tahu semua itu. Jelas saya tak memiliki tampang dan bakat untuk menjadi penjahat kelamin, yang belajar dari satu cewek ke cewek lainnya dengan cara melucuti pakaian mereka.

Kemayukah saya? Orang buta juga tahu bahwa saya adalah lelaki yang sangat normal, hingga peluang dugaan bahwa saya tahu dengan cara mengenakannya sebagai koleksi pribadi bukanlah hipotesa yang valid.

Bahkan saya juga tahu titik-titik mana saja dari tubuh wanita yang apabila disentuh dengan teknik tertentu, dapat menimbulkan daya rangsang tertinggi. Hingga suatu titik saya mampu membangkitkan efek rangsang itu, tanpa saya harus menyentuh satupun titik-titik yang saya maksud tadi.

Dan setelah uji coba satu-dua kali pada cewek dengan tipikal yang berbeda, hasilnya sungguh diluar perkiraan, yang sejak saat itu tak pernah lagi saya praktekkan kepada siapapun.

Jangan pernah berani salah menyentuh psikologis wanita saat mereka tengah mengalami siklus bulanan, karena seringkali pada titik ini mereka menjadi sangat picik dan tak rasional. Walau anehnya pada saat yang sama justru puncak tertinggi hasrat mereka untuk disayang.

Teori bahwa wanita selalu mampu tapi tak selalu mau, sementara lelaki selalu mau tapi tak selalu mampu? Dalam konteks seksual itu adalah kebenaran! Sama benarnya dengan betapa panjangnya waktu yang dibutuhkan wanita untuk satu kali siklus persiapan sel telur, yang dengan proses relatif sederhana tetap saja memakan waktu satu bulan, sementara dengan proses dan lebih kompleks dan berbelit lelaki cuma butuh waktu tiga hari setiap kali memproduksi sperma.

Tak perlu kau ragukan teori yang secara lugas menyatakan bahwa wanita secara konstan memiliki kecenderungan untuk selalu mendekat, sementara lelaki seringkali tanpa diduga tiba-tiba menjauh sejenak, untuk kemudian kembali mendekat dengan lebih intens.

Atau betapa secara umum Kaum Adam banyak menilai wanita dengan indera penglihatan, sementara Sang Hawa sendiri justru lebih senang menggunakan indera pendengarnya untuk tujuan yang sama.

Dan semua pengetahuan tentang wanita itu memang telah saya miliki, bahkan jauh-jauh waktu sebelum saya duduk di bangku kuliah.

Jika sudah begitu, tentu saja saya tak bisa menyalahkan mereka yang telah menganggap saya telah menikah di usia muda, walau seringkali diri saya yang lain tak sabar untuk berteriak: ?Gue masih single woiii...!!!? ?(Bersambung ke bagian #7).

?

Secangkir Kopi Perlit?Dunia Aneh Si Bay?#6, ThornVille-inspirasi.co.

*Link sebelumnya:?Cewek Nakal Bertampang Binal yang Senang Mangkal?

  • view 158