Dunia Aneh Si Bay: Sebuah Personal Literasi

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Februari 2016
Dunia Aneh Si Bay: Sebuah Personal Literasi

tiap orang bermetamorfosa

suka atau terpaksa

sengaja, atau tidak

?

karena cahaya, tak selamanya

?

menghampiri

(?Hidup Sesudah Hidup? dalam Di Bawah Kibaran Dosa)

?

Hidup yang aneh.

Pernahkah kau merasa waktu berlalu begitu tak laju, meluruh perlahan bagai sehelai daun kering yang menari kesana-kemari sebelum akhirnya terjerembab ke tanah dengan begitu saja, dan menyisakan cuma ingatan yang kusam, kenangan yang buram, serta sederet ilusi tentang hidup yang seringkali hanya berakhir sebagai belenggu angan?

Saya pernah. Dan rasanya, amat menyebalkan! Terutama saat harus terus berlari dan memaksa hidup agar lebih berkelok sambil diam-diam berharap dapat menghindar dari semua ini.

Kurus, tinggi, langsing, dada rata... hidup lagi! Hohohoiii...! Anekdot menyebalkan yang sayangnya cukup mendekati profil diri saya. Ditambah dengan latar belakang yang rada-rada ngeselin: Otak pas-pasan, broken home, jarang punya rupiah, serta lahir dan hidup di wilayah yang pernah disebut-sebut sebagai terpadat se-Asia Tenggara, yang tentu saja sangat kumuh!

Terasa amat mustahil buat saya bisa mempunyai pengalaman yang begitu unik dan tak biasa seperti dalam tulisan sebelumnya. Karena umumnya orang dengan track record seperti itu akan secara otomatis divonis cuma bisa jadi gembel, preman pasar, pengedar narkoba, atau paling terhormat mungkin jadi ?Si Anu yang ga penting banget?, yang menikah dan beranak pinak seperti marmut lalu mati karena tua dan bosan.

Lantas apa sebenarnya yang membuat hidup saya jadi berbeda? (Bersambung ke bagian 2? ^_ ).

?

Perlit, ThornVille-inspirasi.co.