Sehebat Apapun Logika, Semuanya Akan Langsung Sia-Sia: Jika Itu Tentang Wanita

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Februari 2016
Sehebat Apapun Logika, Semuanya Akan Langsung Sia-Sia: Jika Itu Tentang Wanita

"Wanita bila ternoda, akan terus kembali kepada si pembuat noda: Jika dia tidak beriman..."

Kalimat getir itu yang diucapkan oleh seorang perempuan remaja kepada saya dengan amat pribadi, tak lama setelah kami berdua menginjak usia 17. Tak ada hubungannya dengan persetubuhan, karena saya tahu persis bagaimana dan sosok seperti apa dia.

Tapi mungkin kalimat itu memang bukan tentang hubungan seksual secara kasat mata, melainkan tentang cara. Barangkali juga tentang gaya. Hingga suatu pagi yang mendung memerangkap saya bersama perempuan yang lainnya lagi bertahun-tahun kemudian, dalam sebuah percakapan rahasia tentang hujan, tentang sampah, juga tentang lalat-lalat cinta.

"Bagaimanapun juga, dia tak lebih dari seekor lalat cinta," terkaku, lengkap dengan begitu banyak argumen yang mendukung teori tentangnya.

"Maksudmu, aku tak lebih cuma sampah? Serendah itukah diriku...?" tentang perempuan itu, dengan hati yang kian terlihat goyah dari warna serta nada kata yang tertera di kolom inboks.

Tapi jika waktu boleh diputar ulang, hanya beberapa patah kalimat yang ingin saya sampaikan kepadanya.

"Harusnya bahagia memang tak usah amat payah kita cerna, Kawan... Cukup dengan mengatakan -semuanya baik-baik saja, bahkan belum pernah hidupku sebahagia ini?!!!- selesailah semua, walau untuk itu kita berkali-kali mesti menepis berjumput ragu yang entah mengapa amat gemar mendampar itu... ^_"

Sayangnya tulisan ini tak bisa saya lanjutkan. Karena, entah mengapa, seperti ada sesuatu yang 'lebih berkuasa' di luar tubuh saya yang memaksa untuk menghentikan semuanya.

Maafkan saya yang belum bisa menjadi teman terbaik buatmu, kawan. Untuk beberapa hal, saya merasa diam adalah pilihan yang terbaik. Tak peduli bahkan jika diam tersebut kemudian akan menjadi jauh lebih menyakitkan.

Hanya saja satu yang perlu kau ingat, Sobat, bahwa kelak apapun yang terjadi, kami akan mencoba untuk selalu siap membuka hati. Entah untuk menampung segala murammu, syukur-syukur turut mencicipi hidangan kebahagiaanmu.

"Sehebat apapun logika, semuanya akan langsung sia-sia: Jika itu tentang wanita.".

?

Secangkir Kopi Diam, Ketika Cinta Tak Lagi Sekedar Peluk dan Cium, ThornVille.