Sebuah Mimpi Tentang Kebebasan

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Februari 2016
Sebuah Mimpi Tentang Kebebasan

malam kian larut

tenggelam, dan memucat

bersama sosok kecil di atas kardus

di emper langit di kolong jembatan

bersama nyanyi bisu seonggok sunyi

?

aku mungkin bermimpi, tetapi

setidaknya aku masih punya mimpi

setidaknya: aku masih bisa bermimpi

?

kita, dengan bangga dan buta

mengusung dan kangkangi sejarah

sementara di kehidupan yang sama pada tepi yang berbeda

rakyat menjerit

menggelepar dalam gelora

mencari nafkah

dari lubang hitam yang merekah

dengan darah, nanah

juga dengan panah

?

satu nusa satu bangsa

sebuah mantra, yang telah

sekian lama berdebu

kebebasan dan HAM

adalah milik semua orang di seluruh negeri

di seluruh dunia

tapi tidak untuk negeriku

?

ketika kebebasan itu kita raih

dengan perjuangan

jiwa dan raga

ternyata jeratnya lebih membebani

lebih menuntut nurani untuk

selalu berbohong

atas nama kebebasan

kita belenggu semua yang berbeda

dengan kebebasan pula kita buat penjara

bagi hari dan hati

yang tak pernah bisa merasa lega

?

kebebasan

adalah ketika semua gerak langkah

menjadi tidak bebas

adalah ketika semua

menyatu, dalam irama yang

hanya boleh satu

adalah ketika semua unsur yang hendak

hidupkan pola, yang memang

tidak pernah sama

menjadi tidak bebas

menjadi tidak boleh pernah ada

karena berbeda berarti hancur

dan kebebasan itu sendiri

adalah penunggalan asas dan gaya fikir

serta perangkat tubuh tanpa jiwa, atau rasa

yang hanya boleh taqlid

atau diam

?

beribu tahun kita terjajah

sejak kertarajasa

sejak orde lama sejak orde baru

sejak orde?

ketika kebebasan itu datang

tanpa permisi atau salam

memenjara kita, langsung

ke pusat kemanusiaan

hingga koyak, tercabik

dan kembali: dipaksa untuk diam

?

kebebasan

adalah sebuah mimpi

adalah koreksi diri

akan sebuah fitrah

(?Sebuah Mimpi tentang Kebebasan? dalam ?Catatan Akhir Orde Baru?)

?

ThornVille, 97.

*Ketika reformasi belum lagi ?hak?

  • view 134