Tak Seorangpun Menginginkannya, Namun Justru Melakukannya Sepenuh Sungguh...!!!

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Februari 2016
Tak Seorangpun Menginginkannya, Namun Justru Melakukannya Sepenuh Sungguh...!!!

Membaca postingan mengenai dampak bom nuklir yang jatuh di Hiroshima dan Nagasaki saat perang Dunia II dulu, saya sempat terperosok ke dalam lembah menakutkan, yang lebih sering dikenal sebagai: Kengerian.

Barangkali sejarah buruk memang selalu menyeramkan, walau anehnya terus berulang kejadiannya, mengingatkan pada syair getir yang pernah saya tulis untuk diri sendiri, yang entah mengapa hari ini ingin saya bagi?

?

setelah selesai perang

tak ada lagi yang tersisa

hanya luka

tanpa secuilpun asa

?

setelah selesai perang

hanya angan tersisa

tentang hari ini, kemarin

atau esok yang memang

tak pernah bisa berharap

?

setelah selesai perang

selalu ada jeda

untuk perang yang lebih dahsyat

karena kita

terlalu banyak berlatih, terlalu pintar

untuk perang selanjutnya

(?Setelah Selesai Perang? dalam Di Bawah Kibaran Dosa).

?

Saya hanya berharap, semoga tak hanya Jepang yang merasa bersalah, agar tak perlu ada lagi perang di manapun dan dengan alasan apapun.

Tapi sepertinya harapan saya terlalu muluk, karena nyaris setiap waktu saya masih saja mendengar perang dikumandang oleh entah siapa serta entah untuk apa.

Apakah perang memang seperti itu? Sesuatu yang katanya tak seorangpun menginginkannya, namun anehnya justru semua orang melakukannya dengan amat bersungguh-sungguh?!!!

?

Dari saya yang merindukan dunia tanpa perang,

?

Ahmad Maulana S.

Kepala Suku Genk Cinta yang Penuh Konflik Tahun 2222 SM.

  • view 101