Tak Malukah Kau Mencuri Bendera?

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Puisi
dipublikasikan 14 Februari 2016
Tak Malukah Kau Mencuri Bendera?

?Mengapa kau curi bendera?? selidikku
?Justru bendera yang mencuri hidupku.?
hening sejenak. sisa kopi pagi ini tak mampu menyesap haru
satir getir moyangnya yang ditembak Belanda
atau buyutnya yang berakhir hanya sebagai kata
nun di makam pahlawan entah yang mana

?Tak malukah kau mencuri bendera??
?Aku lebih malu bendera terpasang di sana,?
ungkapnya, mendawam ulang lokasi pencurian
markas segala ketidak layakan dipentaskan
mengingatkan betapa kesucian bendera
acapkali terenggut sia-sia dikibar bangunan tak sepantasnya

Diam-diam, kupandang bendera curian di meja kerja
dengan tembang tanah air penuh cinta di setiap jahitannya
berbenang entah berapa pedih yang gigih
meruap di tiap selusup anyam kenangannya menggulat merdeka

Kau benar, bendera ini lebih pantas menjadi milikmu
simpulku, seraya mencopot seragam juga menutup kantor penyidikan
dan berubah menjadi bendera
di hadapan pencuri yang hanya mampu ternganga

?Titip diriku, kawan, dan jangan pernah lagi
biarkan aku mereka curi?

?

Negeri Bayangan, 15 Agustus.

Link sebelumnya: Merdeka Plenyun 300 Ribu

  • view 135