Sebenarnya Kita Mengajak Mereka Menuju Allah, Atau Justru Mencoba Menjadi Allah?

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Agama
dipublikasikan 14 Februari 2016
Sebenarnya Kita Mengajak Mereka Menuju Allah, Atau Justru Mencoba Menjadi Allah?

Postingan sebelumnya:

Saya tak bisa membayangkan, entah akan seperti apa pula akibatnya, jika kita sangat bersemangat menghujat semua kekeliruan dengan amat sarkas, mencari kutu-kutu kesalahan pada diri setiap teman (dan juga yang belum dan bukan teman) yang memang akan terus dapat kita temukan karena siapakah di antara kita yang bisa untuk benar-benar terhindar dari dosa dan kesalahan?? (Hati-Hati Memposting Tentang Agama!).

***

Dan kisah itu entah mengapa terus saja berlanjut. Kadang pelakunya Al Mukarom para guru yang saya hormati, juga tak jarang sosok-sosok yang secara strata agama di Negeri Bayangan jauh lebih suci dari kebanyakan orang, yang entah mengapa melulu gemar mengedepankan ego keakuan diri pribadi sebagai sentris, menerbitkan tanya berkali-kali pada kebodohan pemahaman saya tentang, ?Sebenarnya kita ini tengah mengajak mereka menuju Allah atau justru tengah mencoba menjadi Allah itu sendiri?? Astaghfirullah? T_

Dari rangkaian kisah percakapan dengan sosok-sosok yang saya hormati itu pulalah kemudian lahir catatan kecil bertaut rima ini, yang seringkali saat membaca ulang ?rekaman peristiwa? tersebut, selalu menghadirkan seketip tanya, walau cuma dalam bentuk monolog yang terus bercakap hingar dalam hati, tentang tanya yang riuh dan selalu itu-itu juga?

?

kemarin Ibrahim
disentuh unta dari atap rumah
setelah mengubang semesta dengan amat resah

: dia bilang, dia sedang mencari Tuhan


kemarin Muhammad
menggigil

dalam gua yang kecil
setelah sunyi menarik masa membungkam abad

: dia bilang, dia sedang mencari Tuhan


hari ini tuhan telah ditemukan
bergelantungan pada jenjang leher yang indah
hari ini semua menjelma tuhan
bahkan tuhan kita taruh dalam dompet, kantung celana serta merek terompah



ah, barangkali Tuhan, masih butuh terus untuk kita cari
: lagi.

?

(?Tak Habis-Habisnya Mencari Tuhan? dalam Di Bawah Kibaran Dosa).

?

Secangkir Kopi Tak Habis-Habisnya Mencari Tuhan, ThornVille-inspirasi.co, 1516.

  • view 207