Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 12 Februari 2016   03:12 WIB
Ketika Izroil Menghampir

hanya satu yang kuingat

lewat semesta raya kala??????????????????????????????????

gaung indah menjelma sayup?

tegakkan shalat

niscaya keji dan mungkar nafsu

tak hendak menyalamimu

???????????

cukuplah itu bagiku

tuk sisakan sedikit waktu

beberapa kejap

sebelum batas akhir

sekedar gugurkan kewajiban

bukankah rahmat ?Mu

seluas langit dan bumi

tak akan banyak berkurang sekedar

maklumi kesibukanku

mengejar dunia, agar kelak

cengkrama antara kita

jadi lebih tenang dan berisi

?

Engkau Maha Segala, tak mungkin cemburu

ketika bel kampus lebih kujaga

agar dapat kursi terdepan

atau ketika subuh ?Mu, terpenggal?

kepanikanku

mengejar bus kota menuju ruang kerja

?

kuyakin Kau mengerti

sebesar keyakinanku menandaskan makan siang

agar hati tidak bercabang kala menghadap

walau jadikanku masbuk selalu

?

dan Engkau, Maha Bijaksana

tak mungkin mencercaku

yang lebih memilih berbagai seminar

dan pelatihan

ketimbang duduk bersama mengkaji ayat ?Mu

bukankah lisan ?Mu

selalu ada di manapun, setiap waktu

karena

setiap desah kehidupan

adalah pengejawantahan sifat ?Mu

?

semua begitu indah terasa, tenang dan damai

kujalani dengan semangat menggebu

hingga malam itu

setelah berbagai aktifitas yang melelahkan

memaksaku melepaskan

satu demi satu?????????????

waktu terintim dengan ?Mu

?

kutertidur, senyum mengembang

terbayang dunia yang hampir tergenggam

terbayang surga yang kelak kugapai

dan aku tak pernah bangun lagi

???????????

hanya satu yang kuingat

ketika Izro?il, menghampir

dengan bentuk yang sangat

menakutkan

mencengkeramku, dan berseru

? ?: ?Api itu, untukmu?!!!?

?

Ketika Cinta Tak Lagi Sekedar Peluk dan Cium, ThornVille-inspirasi.co.

*Puisi sebelumnya: Karena Kasih-Nya Tak Berbilang

Karya : Pemimpin Bayangan III