Miskin Terlalu Lama Mendidik Kami Serupa Pendendam

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Februari 2016
Miskin Terlalu Lama Mendidik Kami Serupa Pendendam

Miskin terlalu lama mendidik kami

serupa pendendam.?
Faqir berkepanjangan merenggut cerdas kami

hingga menjadi amat redam


harta terakhir yang masih kami genggam erat

hanyalah kebodohan
yang terus kami dekap kuat-kuat

dan selalu kami dengungkan dengan sesungguh kebanggaan


Sebab jika kebodohan inipun sirna, tak ada lagi yang tersisa

Sebab jika inipun tiada, kami tak lagi punya apa-apa.?

Karena miskin ilmu kami mudah mengumbar kata
Karena miskin pengetahuan bualan kami menebar sepenuh udara

Menggetar di jantung dan memekak di telinga

seakan kebenaran hanyalah kata, yang tentu saja hanya terucap dari kita

?

karena miskin wacana merubah kami menjadi pejuang wawancara.

karena miskin pikiran sedikit kami beroleh gagasan

seluruh dunia wajib mentaati

dengan kalimat pamungkas berawalan ?Pokoknya!? sebagai harga mati

?

Karena faqir kreativitas sehelai ide yang memerambat di kepala

Kami yakini sebagai kitab suci kebenarannya

Lupa bahwa nun di negeri bayangan yang lalu, ada yang pernah berkata

?kau ada, tapi selama masih seperti ini

Ada dan tiadamu tak menjadi banyak berarti bagi negeri ini?

Tuhan, jauhkan kami dari kemiskinan personal akut

yang kelak akan menjadi kemiskinan struktural yang amat pekat

dan terwariskan tanpa sadar secara ritmik

turun-temurun dan mengepidemik

na'udzu billah min dzaalik

?

ThornVille-inspirasi.co, 1216.

  • view 138