Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 9 Februari 2016   22:07 WIB
Merdeka Plenyun 300 Ribu

merdeka itu cuma 300 ribu harganya

kecap plenyun, buruh tani di pelosok desa

membuatku tercenung menyeruput ulang rima dan diksi dibaur kopi

hanya demi sebait puisi tentang merdeka, yang sejak tadi tak?rapi-rapi

?

usai buruh matun hingga beduk pacul#kukuntit plenyun dikayuh pedal

sebab sajak hanya jejak#yang disingkap kembara sunyi dari riuh benak

?

?desa nganu pira, mas?? tanya penumpang

?nggih seikhlasipun? senyum plenyun

langsung mengayun becak ke lanskap tujuan

membawa sewa yang duduk berjegang

?

sorenya, seperangkat pancing menelan kami pada ketiadaan

memantengi bilah joran sambil menghisab sebatang-dua kemerdekaan

: lampu menyalur tetangga, sekolah gratis, beras dibeli dari dana taktis

kayu bakar berjumput-jumput di rerimbun kalbi, mau apa lagi?

?

hey, bahkan hanya mengandal parkir ahok si gubernur selon

nasi uduk kemenbudpar, korupsi yang berkurang 2,5 persen

agrowisata pete-jengkol, nasionalisasi kartel wc pasar jaya dan terminal

serta pengambil alihan paket lebaran asuhan rentenir berlidah lintah

niscaya rumah jutaan plenyun tak lagi gribik beralas tanah

niscaya lebih banyak lagi plenyun-plenyun lain yang merdeka

dengan cara mereka yang nyata amat sederhana

?

duh, sayang sekali, begitu banyak receh pertiwi

yang diganyang amat kenyang oleh bromocorah negeri

membuat puisi merdekaku tak jadi-jadi

?

ThornVille-inspirasi.co, 17 Agustus- 09 Pebruari 16

Karya : Pemimpin Bayangan III