Guru Miskin dan Filosofi Celana

Pemimpin Bayangan III
Karya Pemimpin Bayangan III Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 13 April 2016
Guru Miskin dan Filosofi Celana

Personal Literasi 'Dunia Aneh Si Bay' Volume xXx.

 

Cerita sebelumnya:

Ternyata Ada yang Lebih Penting dari Sekadar Kemampuan dan Teknik Semata

***

Tapi menjadi guru miskin tentu saja amat bertentangan dengan keinginan saya. Karena seterhormat apapun jabatan guru, miskin tetap saja cuma miskin. Cuma sebentuk keadaan yang seringkali membuat tak mampu untuk memberi  manfaat yang lebih ke sekitar diri.

Dan hal itu jelas amat bertolak belakang dengan kebutuhan saya. Terutama sekali kebutuhan akan celana, yang membuat saya tak harus terus telanjang setelah kelahiran baru tersebut, dan memaksa Al Hallaj untuk setidaknya memakai celana terlebih dahulu sebelum berlari-lari mencari Tuhannya.

Karena celana memang amat penting untuk menutup sumber rasa malu yang dimiliki. Mengingatkan untuk selalu bersikap rendah hati sebab ada yang terus berpotensi membuat malu saat salah memakai dan atau lupa membukanya tanpa akal dan hati. Sementara telanjang seringkali cuma alat untuk berkamuflase dan mimikri, dan tak lebih dari sekedar sikap lebay yang terlalu kerap memaksa ‘mesti’ kosong saat mencari isi, yang  setelahnya narsis habis mengenakan sombong sebagai refleksi diri. Walau tentu celana terpenting dan paling terkenal adalah milik Joko Pinurbo, dengan sastra sebagai merek, dan dibuat dari berbagai huruf dan kata sebagai bahannya.

Dan sekali lagi celana menjadi begitu penting peranannya buat saya. Setidaknya dengan bercelana saya menjadi ga terlalu malu saat harus bertemu kembali dengan teman-teman yang telah memakai toga wisuda atau kemeja kantor.

Keinginan akan celana itulah yang kemudian memaksa saya untuk secepat mungkin menuntaskan kangtaw saya. Lengkap dengan pengembalian yang besar sebagai penebus dari semua kehilangan yang pernah ada. Walau untuk itu saya harus melepaskan jabatan sebagai guru yang katanya terhormat serta penuh kedamaian, dan mulai memasuki area kejam yang bernama: Bisnis. (Bersambung ke “Dunia Aneh Si Bay” episode selanjutnya).


  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Personal literacy itu disingkat "Pelit" ya?

    Kisah ini bisa jadi bahan diskusi yang asyik lho. Mulai dari soal 'kekayaan', pertarungan kelas, sampai mengapa Al-Hallaj perlu memakai celana dulu sebelum ia berlari dan berteriak-teriak di pasar ketika mengejar Tuhan?

    • Lihat 1 Respon

  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    1 tahun yang lalu.
    om, kalo yang cewe butuh celana ama atasan biar gak terlalu malu. minimal behak deh *eh

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Mencoba memenggal postingan menjadi pendek-cekak, lalu merasa katroks sendiri, hiks... T_

    • Lihat 10 Respon