#SumpahPemuda2017: Relevansi Sumpah Pemuda Pada Era Digital

Rohmat Saputra
Karya Rohmat Saputra Kategori Renungan
dipublikasikan 28 Oktober 2017
#SumpahPemuda2017: Relevansi Sumpah Pemuda Pada Era Digital

Kita bisa menikmati hidup di nusantara sampai saat ini merupakan hasil jerih payah para pendahulu. Diantara tumbuhnya semangat mereka dalam mempertahankan Nusantara, adalah dengan Sumpah Pemuda atau Sumpah Setia pada bulan oktober 1928. Hal itu didasari sebagai bentuk penegasan akan berdirinya negara Indonesia. 

Demi memperingati jerih payah mereka, tiap tahun masyarakat Indonesia pada tanggal 27 dan 28 oktober memperingati hari bersejarah yang menjadi tonggak utama kemerdekaan dari para penjajah.

Pada tiap masa tentu para pemuda berkontribusi demi menjaga Indonesia dari konflik yang terjadi. Maka dalam era digital yang mudah mengakses segala hal dengan sentuhan jari, perlu memberikan kontribusi yang lebih luas dan cerdas. Setidaknya kontribusi di mulai dari hal kecil dengan memberikan hal positif demi terjaganya Indonesia dari perpecahan.

Berikut 4 hal yang bisa kita lakukan.

Membantu Tanpa Melihat Agama Dan Suku

Manusia adalah makhluk sosial. Artinya saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Terlalu sempit jika dibatasi dengan agama dan suku saja. Semua manusia bisa ditolong semampu kita. Dengan saling membantu akan terciptanya sebuah ikatan yang bisa memberi kenyamanan antar agama dan berbagai suku yang ada. Tidak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun kita bisa membantu siapa saja dengan memberikan hal yang bermanfaat. Bahkan jangkauannya bisa lebih luas.

 Berkorban Waktu dan Tenaga

Waktu yang keluar tidak harus membuahkan uang. Adakalanya waktu dan tenaga yang ada kita sisihkan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Seperti menyelesaikan konflik yang berawal dari kesalahpahaman antar golongan dan kelompok. Peristiwa yang rentan terjadi seharusnya segera diselesaikan dan tidak boleh berlarut-larut. Dipertemukan dari pihak yang saling berkonflik kemudian berdialog dari hati ke hati agar perpecahan hilang. Dengan begitu akan mematikan keresahan di masyarakat. Bila hanya segelintir orang yang melakukan perbaikan di dunia nyata, maka yang lain bisa membantu dan menyelesaikan di dunia maya dengan menyampaikan pentingnya persatuan.

 Jangan Mudah Terprovokasi

Diantara kelebihan di era digital ialah mudahnya mengakses informasi berita terbaru. Baik di bidang politik, sosial, maupun keagamaan. Hanya hitungan menit, kita sudah tahu kondisi Indonesia dari berbagai lini. Tidak perlu lagi bertanya kepada tetangga, teman dan orang lain tentang perkembangan ter update. Mungkin hanya terjadi diskusi hangat mengenai berita yang sedang viral dinikmati masyarakat.

Namun ada beberapa penyaji berita yang penyajiannya terkesan provokatif. Jika dibaca bisa menimbulkan kegaduhan. Seharusnya berita disampaikan dengan mengutamakan objektifitas, tapi unsur itu ternyata telah tenggelam dalam arus persaingan yang buruk. Maka penting bagi kita untuk memilah berita mana yang tidak subjetif dalam penyampaian, supaya  menutup rapat-rapat pintu konflik. Cukuplah gesekan yang telah terjadi tidak diperkeruh dengan informasi yang membawa pada perselisihan. Jadi cerdas dalam memilih berita harus diutamakan bagi masyarakat era milenial demi menutup celah timbulnya perpecahan.

 Mainkan Saja Peran Kita

Kita semua memiliki kelebihan masing-masing. Hal itupun cenderung dari kecondongan kita pada sesuatu. Mainkan saja peran kita di era ini pada hal kebaikan.  Jika condong menulis maka asah terus hal yang berkaitan dengan tulisan. Bila condong pada video maker, perdalam lagi ilmu tentang video. Maka suatu saat nanti ketika dibutuhkan, semua itu akan berperan penting dalam memajukan Indonesia kepada yang lebih baik.

Demikian 4 hal yang setidaknya menjadi andil dalam menjaga kesemangatan Sumpah Pemuda di Era digital. Jadikan hari Sumpah Pemuda adalah momen dalam mencari solusi, bukan hanya mencaci maki.


Sumber gambar: http://www.hipwee.com

  • view 106