ROHINGYA MEMANGGIL

Rohmat Saputra
Karya Rohmat Saputra Kategori Renungan
dipublikasikan 31 Agustus 2017
ROHINGYA MEMANGGIL

Memang mereka bukan sebangsa dengan kita

Memang mereka bukan sesuku dengan kita

Memang mereka bukan sepulau dengan kita

Memang mereka bukan setetangga dari kita

Memang mereka bukan dari saudara, bahkan keluarga dari kita

Tapi dimanakah letak sisi manusia kita,

Disaat menyaksikan secara nyata, manusia yang tengah dirudung duka, mencari suaka dan meminta perlindungan dari mana saja

Diusir, diitimidasi, disiksa, dibakar, adapula yang akhirnya  mati tenggelam, karena berusaha mencari tempat aman

Apakah itu belum cukup menggoda nurani didasar relung hati kita, agar tergugah meski hanya dengan untaian do’a?

Atau ternyata kita telah termakan omongan media, atau segelintir orang tanpa korscek, kalau itu hanya berita hoax belaka, yang menimbulkan ketakutan bertindak?

Bagaimanapun, mereka adalah saudara kita. Saudara karena kita terikat iman bersama mereka. Jika memang tidak mau menganggap mereka bukan saudara, baiklah.

Tidak perlu jadi muslim, tapi jadilah manusia, yang jika diganggu hak hidup dan keamanan, maka harus dibela. Begitupun kita. Jika kita merasa tidak aman dan terancam nyawa, maka kita  akan meminta bantuan kepada orang lain.

Dunia teriak-teriak HAM, membela mati-matian hak asasi manusia. Segala bentuk kebebasan berekspresi, seni, budaya, bahkan agama yang sah, adalah hak asasi yang harus dilindungi. 

Apakah HAM ini masih berlaku untuk muslim Rohingya???

Dan kemanakah suara jeritan HAM dari dunia??

Hasilnya dunia mendadak tuli, buta dan bisu...

Rohingya menjerit dan memanggil bukan mengajak untuk berbagi dan merasakan penderitaan mereka. Bukan pula mengambil jatah makan sehari-hari yang seharusnya punya kita. Tapi Rohingya menjadi ujian dan peringatan, bahwa hidup tak melulu memikirkan masa depan dunia dan sibuk pengajian untuk meningkatkan ilmu agama. 

Dengan Rohingya, menjadikan kita tersadar, akan ada manusia yang terpanggil jiwa sucinya, lantas tergerak untuk melakukan apa saja untuk mereka. 

Bila tidak mampu mengelurkan bantuan, paling minimal langitkan doa terbaik dari waktu dan tempat terbaik untuk mereka.

Semoga Allah menolong Muslim Rohingya dan menghancurkan dengan sehancur-hancurnya pemerintah myanmar yang berlaku dzalim atas mereka.

Sumber gambar: islampos.com

  • view 71