Pendosa Yang Masuk Syurga dan Ahli Ibadah Yang Masuk Neraka

Rohmat Saputra
Karya Rohmat Saputra Kategori Agama
dipublikasikan 19 Maret 2017
Pendosa Yang Masuk Syurga dan Ahli Ibadah Yang Masuk Neraka

Sepertinya ada yang aneh dari judul diatas. Pernah saya posting kalimat diatas di jejaring sosial. Tanggapannya pun tak jauh beda sama kalimat tersebut. Seharusnya kan pendosa ya balasannya neraka. Dan ahli ibadah balasannya syurga! Kok ini malah terbalik, pendosa yang masuk syurga dan ahli ibadah yang masuk neraka?

Whats Going on?

Baik. Perlu kita terlisik lebih dalam, ada apa kalimat yang bisa dikatakan terbalik itu?

Ternyata oh ternyata. Pendosa bisa masuk syurga adalah karena taubat. Loh, kenapa kok masih disebut pendosa, kan dia sudah taubat? Iya, dia mantan pendosa. Justru dengan dosanya, Allah mudahkan kakinya berjalan menuju syurga.

Cukuplah dosa-dosa yang lalu membuatnya terpuruk. Terjerembab dalam kegelapan menjalani hidup. Dunia terasa begitu sempit. Taubat ini menjadikan pendosa berhak menerima syurga. Taubatnya menjadi api membara yang menghapus karat-karat pada besi. Dosa yang lama hinggap dibadannya lenyap tak tersisa. Tetesan air taubat membuat hatinya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Kehidupannya berubah drastis 180 derajat.

Ingat dengan kisah pembunuh 100 orang? Dia merupakan pendosa kelas kakap. Membunuh sampai puluhan, bahkan nominalnya genam hingga 100, bisa disebut sebagai penjagal. Namun apa yang terjadi? Dia pun bertaubat, menyerahkan diri kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Allah menerima pengharapannya meski jalan menuju perubahan terhenti karena maut. Ya, dia pendosa yang masuk syurga. Dia mantan pelaku dosa besar yang diperselisihkan oleh dua malaikat yang mendatanginya. Tapi dimenangkan oleh malaikat Rahmat. Malaikat yang menuntunnya ke Syurga.

Ada apa dengan ahli ibadah yang masuk neraka?

Kita pasti menebak jika orang yang suka melakukan ibadah berarti masuk syurga. Sepertinya ungkapan seperti itu bisa saja salah. Karena kita tidak tahu apa yang ada dalam hati manusia tatkala ibadah. Memang wujudnya melakukan gerakan yang terpuji, mulia, dan membuat orang terpana. Tapi bisa jadi kebalikan dari pada itu. Namun manusia hanya menilai dari hal luar saja. Tak memiliki kemampuan melihat sampai kedalam hati.

Itulah kenapa ada ahli ibadah yang ibadahnya justru menjerumuskan dirinya pada neraka. Sebab yang utama adalah ibadah yang niatnya melenceng jauh. Gerakan shalatnya agar dibilang bagus, dengan shodaqohnya biar disebut dermawan, amal dengan amal jihadnya agar dipanggil pejuang, dan semua amal shalih niatannya nihil dari ikhlas.

Pantaskah dia meraih syurga? Pantas sekali, bila amalannya untuk Allah saja. Tidak untuk manusia. Tapi karena niatnya salah, Akhirnya neraka menjadi tempat kembalinya.

Lantas, kemanakah pahala amal sholeh yang dulu dia lakukan? Hangus tak tersisa. Karena beramal ingin dilihat manusia pahalanya terhapus seketika itu. Logikanya, bagaimana orang bisa masuk ke sebuah perusahaan yang terjaga ketat tanpa kartu identitas? Amal sholeh itulah kartunya. Tidak akan bisa masuk kecuali memiliki kartu.

Neraka yang dulu tak terpikirkan olehnya lantaran merasa amalnya bakal membawanya ke syurga, ternyata neraka telah berada dihadapannya. Kaget? Tentu sekali. Lah, dulunya menganggap amal sholeh pasti bakal balasannya syurga, ini malah dikasih neraka.

Ingat peristiwa salah seorang prajurit Islam yang berperang dengan gagah berani, lalu terluka sedikit dan bunuh diri?

Melihat amalannya sungguh mulia. Dia melawan musuhnya dengan keberanian singa. Tapi bisakah amalannya itu membawanya ke syurga? Tidak. Sebab dia melakukan bunuh diri. Tepat setelah dia menghabisi musuh-musuhnya. Sayang memang. Melakukan ibadah tapi akhirnya masuk neraka. Ibarat kita kerja keras di sebuah kerusahaan. Tapi setelah awal bulan tidak diberi gaji. Pasti rasanya nyesek sekali. Nanti peristiwa yang buat nyesek lebih parah lagi. Sudah ibadah mati-matian, eh ternyata semua itu tidak ada manfaatnya sedikitpun. Malah diseret ke neraka oleh para malaikat.

Terus kalau ditanya, mau pilih mana, Jadi pendosa yang masuk syurga apa ahli ibadah yang masuk neraka, hayo?

Pilihan yang terbaik adalah terus berusaha menjadi lebih baik lagi dengan meningkatkan kwalitas ibadah. Setiap kelalaian kita, jadikan itu momen permohonan ampun kepada-Nya. Kenapa tidak memilih menjadi pendosa yang masuk syurga? Karena kita tidak tahu, dari jalan mana kita selamat dari neraka.

Perlu kita pahami, bahwa pribadi ahli ibadah tanpa dosa yang penuh awesome ini, ternyata tidak mudah terbentuk. Lihat saja ujiannya. Saat ibadah saja godaannya besar. Apalagi saat diluar ibadah. Serasa godaan syetan makin sulit dihindar. Tentu bagi yang lolos 100% work tanpa godaan syetan, bakal amazing balasan yang disediakan-Nya.

Jadi Ahli Ibadah yang masuk syurga? Kenapa tidak!!!

Dilihat 251

  • Anis 
    Anis 
    3 bulan yang lalu.
    kalo kisah dua orang yang mau lewat jalan yang ada penjaganya...
    satunya bisa lewat asal ngasih persembahan meskipun hanya berupa seekor lalat yang dibunuh.
    satunya kekeuh gak mau ngasih, akhirnya dibunuh.

    yang ngasih lalat masuk neraka karena syirik.
    yang dibunuh masuk surga.

    ada kisah yang begini gak kak? saya lupa

    • Lihat 10 Respon