Berita Hoax Dan Cara Mengatasinya

Rohmat Saputra
Karya Rohmat Saputra Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Januari 2017
Berita Hoax Dan Cara Mengatasinya

Hoax adalah kalimat yang sering kita dengar saat ini. Hoax yang kita pahami adalah sebuah berita/informasi yang diragukan kebenarannya. Hoax juga bisa diartikan dengan berita palsu. Baik itu yang telah tersebar maupun yang belum meluas. Hoax, apapun bentuknya diciptakan oleh seseorang yang tahu bahwa ia sedang membuat berita/informasi palsu atau hoax.

Jauh-jauh hari nenek moyang kita, Nabi Adam Alaihis salam pernah termakan berita hoax. Allah melarang Adam dan Hawa untuk mendekati pohon terlarang. Tapi dipelintir larangan Allah itu oleh syetan,  Bahwa maksud Allah melarang mendekati pohon itu dan memakan buahnya agar nanti tidak kekal di Syurga.

Adam dan Hawa pun akhirnya mendekati dan memakan buah terlarang. Mereka berdua termakan dengan rayuan syetan dari informasi hoax yang syetan ciptakan.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam, manusia yang agung pernah nyaris termakan berita hoax. Informasi palsu yang sengaja disebarkan oleh para munafik untuk menghancurkan kehormatan ibunda Aisyah dan umat Islam.

Kronologisnya, saat Rosul dan para sahabat tengah istirahat dari suatu perjalanan menuju madinah, Kalung Ibunda Aisyah yang terbuat dari mutiara dzafar putus. Sang ibunda mencarinya hingga tertinggal dari rombongan.

Tak lama, menyusul sahabat Shafwan bin Mu’athal As-Sulami. Setelah tahu wanita tersebut adalah Ibunda Aisyah, maka sahabat ini memandu istri Nabi untuk menyusul rombongan yang telah berangkat lebih dulu. Sesampainya ditempat rombongan, berita hoax mulai disebarkan. Informasi yang digoreng, kemudian diviralkan ke masyarakat adalah Ibunda Aisyah telah melakukan zina. Abdullah bin Ubay bin Salul lah yang menciptakan hoax itu.

Mendapati berita yang telah tersebar, Nabi Muhammad sempat berubah sikap kepada Ibunda Aisyah. Bahkan Rosulullah yang biasa duduk disisi Aisyah, beberapa waktu tidak lagi terjadi.

Rosulullah berkata kepada Aisyah: “Hai Aisyah, aku telah mendengar mengenai apa yang dibicarakan orang tentang dirimu. Jika engkau tidak bersalah maka Allah swt, pasti akan membebaskan dirimu. Jika engkau telah melakukan dosa maka mintalah ampunan kepada Allah swt dan taubatlah kepada-Nya.“

Tanpa terasa, bercucurlah air mata Ibunda Aisyah.

Jelang beberapa waktu, Allah menurunkan Wahyu mengenai hadisul Ifki (berita palsu). Maka beliau tersenyum kepada Aisyah, dan bersabda, “ “Bergembiralah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah telah membebaskan kamu.“

Atas turunnya ayat tersebut, berita hoax yang tersebar telah terpatahkan. Sang Ibunda terbebas dari fitnah.

Mengenai kejadian diatas, Allah abadikan kisah tersebut dalam surat Annur ayat 11-20.

Berkenaan berita hoax yang saat ini mudah dan banyak tersebar, sebenarnya Islam telah lama memberikan solusi menghadapi itu semua. Islam mengajarkan untuk tabayyun, klarifikasi setiap berita yang datang. Mengkonfirmasi dari sumbernya, apakah benar adanya berita itu.

Islam juga mengajarkan untuk tidak menelan mentah-mentah, lalu mengiyakan dan ikut meyebarkan berita yang belum jelas.

Perintah adanya tabayyun setiap informasi yang datang, manfaatnya menghadang segala keburukan yang timbul dari informasi tersebut. Isu yang beredar mengenai buruknya salah seorang, bisa jadi kenyataannya tidak seburuk yang diberitakan. Akhirnya isu itu telah berubah menjadi fitnah.

Perhatikanlah bagaimana pengaruh berita palsu terhadap psikologis Ibunda Aisyah. Berita yang telah menyebar dikalangan para sahabat sangat menyakitkan hatinya. Sampai malampun tidak bisa tidur, karena tak henti-hentinya mencucurkan air mata.

Itu bahaya yang paling ringan. Bagaimana kalau orang bodoh mendominasi di suatu masyarakat, kemudian termakan dengan isu hoax? Tentu sikap masyarakat terhadap orang yang terfitnah akan berubah menjadi buruk. Minimal mereka akan membully. Padahal belum tentu berita itu benar sebagaimana adanya.

Jadi, Islam telah mengingatkan itu semua dengan bersikap tabayyun sebelum memvonis benar tidaknya suatu isu yang beredar.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurat: 13)

Menepis Berita Hoax

Dunia informasi hari ini berkembang begitu pesat. Segala hal yang berhubungan dengan internet serasa mudah sekali di akses. Tapi ternyata manfaat yang begitu besar, menyimpan bahaya yang besar pula. Yaitu mudah sekali tersebarnya berita hoax.

Namun sebenarnya, cara mengatasinya tidak jauh beda dengan di dunia nyata. Harus selalu kroscek berita-berita yang telah tersebar. Meskipun itu berita/informasi datang dari media-media yang sangat dikenal netizen.

Langkah-langkah dalam menerima berita, alangkah baiknya kita simak ulasan dibawah ini.

Pertama: Bila datang sebuah berita/informasi, perhatikanlah dari mana berita itu datang.

Kedua: Jika berita datang dari orang muslim /seseorang terkenal dengan kejujurannya, periksa dulu. Apakah berita itu ada manfaatnya bagi orang lain atau tidak, kalau nantinya di share.

Jika berita itu datang dari orang yang suka berbuat maksiat, maka periksa dulu. Cek dan kroscek lebih dalam kebenaran berita itu. Jika berita itu benar, jangan langsung menyebarkan. Tapi dilihat dulu, apakah kalau disebarkan ada manfaatnya untuk orang lain.

Namun jika berita datang dari pendusta, alangkah baiknya tolak saja berita itu.

Ketiga: Jika berita dari seorang muslim yang jujur atau dari seseorang yang terkenal dengan kejujurannya tapi nihil dari manfaat meski benar beritanya, alangkah baiknya tidak disebarkan. Biarkan berita itu berlalu.

Keempat: Jika ada sisi kebaikan untuk orang lain pada sebuah informasi yang sumbernya benar dan jelas, baiknya disebarkan. Supaya orang lain dapat manfaat dari berita tersebut.

Kelima: Jika datang berita yang mengungkapkan aib seorang muslim yang seharusnya ditutup meski berita itu benar, maka tidak baik untuk mengumbar dengan menyebarkannya.

Dengan 5 cara diatas semoga kita mudah menangkal berita-berita hoax yang sangat cepat tersebar. Sengaja banyak orang yang menyebarkan berita bagus, menakjubkan, bikin penasaran, agar dapat banyak viewer dari netizen. Tapi yang sangat disayangkan sering kali menggunakan informasi hoax.

Kedepannya semoga kita tidak selalu menjadi bagian dari korban hoax. Tapi menjadi bagian dari penghadang berita dan informasi hoax.

  • view 342