Mengatur Waktu Mengasah Diri

Rohmat Saputra
Karya Rohmat Saputra Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Januari 2017
Mengatur Waktu Mengasah Diri

 

Dunia hari ini terus mengalami perubahan. Era teknologi telah menguasai abad ini. Dari situ timbullah banyak sekali sesuatu yang bisa menyibukkan diri. Bila tak pandai memenej waktu, maka banyak hal yang sia-sia dilakukan. Kita tentu memiliki tujuan-tujuan hidup yang akan dicapai. Tapi terkadang terbentur dengan kesibukan-kesibukan. Seperti mengurusi rumah tangga, kerja dari siang sampai malam, kuliah yang penuh dengan tugas dan berbagai kesibukan lainnya.

Lalu bagaimana cara membagi waktu pada tempatnya?

Sebenarnya saya tidak pantas membahas ini. Karena bisa jadi sudah banyak orang yang memiliki cara sendiri dalam mengatasi waktu. Tapi bagaimana lagi, karena tujuan saya menulis ini adalah untuk memotivasi diri sendiri. Jadi apa yang saya tulis sebenarnya ya untuk pribadi. Syukur kalau ada yang merasa termotivasi.

Skil setiap manusia berbeda-beda. Dan tidak ada manusia yang bisa memaksakan skil seorang teman kepada teman lainnya. Skil itu ibarat pisau. Semakin diasah maka akan semakin tajam. Dan bila tidak pernah diasah, apalagi digunakan, maka cepat sekali dia akan tumpul. Manusia pun begitu. Suatu skil bila tidak pernah dilatih ketajaman dan kematangannya tidak pernah berkembang. Namun jika skil itu terus dilatih, semakin lama akan tajam dan berkembang. Suatu saat nanti, cepat atau lambat ia akan merasakan hasilnya.

Tetapi persoalannya adalah waktu. Tidak banyak manusia yang menguasai waktu. Seringnya malah kita dikuasai oleh waktu itu sendiri. Disamping pekerjaan, mungkin kita tidak ada habis-habisnya membaca semua broadcash , WhatsApp, BBM, Share status di Facebook, Status line, dan gambar-gambar di instagram. Kalau kita mau menuruti semua gadget itu, pasti bakal banyak waktu yang hilang. Dari sinilah pentingnya memenej waktu.

Dalam pepatah arab mengatakan, “Waktu itu ibarat pedang. Bila tidak kau gunakan maka dia akan menebasmu”.

Karena sifat dari waktu adalah terus berjalan. Kalau kita berhenti, dia tidak peduli pada kita. Dia meninggalkan kita bersama kesibukan kita. Namun waktu tidak akan menyia-nyiakan kita saat waktu tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya. Jika semua usaha telah kita kerahkan semaksimal mungkin, maka tinggal masalah waktu saja yang menjawab itu semua.

Tapi sudah berapakah banyak waktu yang kita habiskan dalam mengasah skil pada diri kita? Bagi orang yang benar-benar sibuk dan kesusahan dalam mengatur waktu, alangkah baiknya melakukan beberapa poin dibawah ini. Berikut penjelasannya.

Poin Pertama: Menyingkirkan Penggoda Yang Halus

Dalam masalah urusan gadget di HP, baik android maupun windows pada aplikasi sosial media, kita harus cermat kapan menggunakannya. Paksakan diri kita  untuk mengkosongkan sedikit waktu dihari apapun. Sesibuk apapun kita. Tinggalkan gadget saat menggunakan waktu khusus tersebut. Kalau bisa dijauhkan sementara sampai urusan selesai. Sebab terkadang gadget menjadi penggoda yang halus. Merasa sebentar, ternyata sudah berjam-jam menggunakannya.

Poin kedua: Fokuskan Skil Apa Yang Harus Diasah

Tidak semua orang cepat merespon skil pada diri sendiri. Dibutuhkan kesadaran dengan pertanyaan “skil apa yang ada dalam diri saya?”

Setelah yakin bahwa salah satu skil ditentukan, maka selanjutnya adalah fokus pada skil itu. Fokus ibarat orang yang melihat tangannya sendiri yang ada didepannya. Jika dia fokus pada tangan itu, pandangan pada tangan menjadi jelas, dan penglihatan disekelilingnya berubah menjadi blur. Namun bila pandangannya berfokus selain pada tangan, maka otomatis dia melihat tangannya menjadi blur. Itulah kekuatan fokus pada pandangan mata.

Jadi fokus pada satu skil memiliki kekuatan yang besar. Dia tidak akan mudah tergoda dengan sekelilingnya. Sebab tujuan hidup yang harus dicapai seolah telah dia letakkan 5 cm dari depannya. Segudang  hinaan yang dia terima  tidak membuatnya luntur. Dan tumpukan pujian tidak membuatnya terlena.

Poin ketiga: Tulislah Pekerjaan Yang Menjadi Prioritas

Alangkah baiknya menulis pekerjaan yang menjadi prioritas. Jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan menulis itu semua, suatu saat hal tersebut berubah menjadi pengingat. Sebab tidak ada yang tahu, ada saja kerjaan mendadak diluar jadwal harian. Terkadang selepas melakukan kerjaan extra, sudah tidak ingat kerjaan yang menjadi prioritas. Kalau perlu tulisan-tulisan itu ditempel pada tempat yang mudah kita lihat. Biar menjadi alarm, bahwa ada kerjaan yang harus dilakukan.

Poin keempat: Menentukan Target

Target adalah deadline dalam menentukan batas akhir dari sebuah pekerjaan. Baik pribadi atau sebuah perusahaan. Misalnya target bulan ini menulis satu buku. Atau seminggu targetnya menulis 10 artikel. Dengan adanya target, seseorang akan terpacu untuk menyelesaikannya. Akan timbul rasa bersalah jika target itu tidak terselesaikan.

Demikianlah 4 poin dalam memenej waktu. Semoga 4 hal itu bisa sedikit membantu dalam mengatur waktu, agar kedepannya sesuai dengan apa yang kita harapkan dari tujuan-tujuan selanjutnya.

Memang manusia memiliki segudang perencanaan. Tapi hanya Allahlah yang menentukan. Mari kita berdoa agar tujuan yang telah kita tentukan bisa tercapai. Karena Manusia tugasnya berusaha. Dan Allahlah yang menentukan itu semua.

  • view 94