Antara Rumah Laba-Laba Dan Rumah Lebah

Rohmat Saputra
Karya Rohmat Saputra Kategori Agama
dipublikasikan 12 Desember 2016
Antara Rumah Laba-Laba Dan Rumah Lebah

Disebutkan dalam penelitian ternyata benang laba-laba merupakan benang yang kuat. 6 kali lebih kuat saat ada ranting jatuh dan terhembus angin yang kencang. Bahkan Para ilmuwan Massachusetts Institute of Technology di Boston meneliti kekuatan benang laba-laba 5 kali lebih kuat dari pada benang baja. Secara fisikal rumahnya begitu kuat dan kokoh. Tapi perhatikanlah bagaimana laba-laba menjalani hidupnya.

Saat laba-laba jantan selesai kawin dengan laba-laba betina, maka terjadi kanibalisme seksual. Laba-laba betina akan memangsa laba-laba jantan. Salah satu ilmuan mengatakan itu dilakukan untuk kebaikan anaknya nanti.

Rumahnya yang merupakan sarang tanpa atap untuk menghindari dari terpaan hujan dan angin, ia juga menjadi jebakan jika ada mangsa yang tersangkut pada sarangnya.

Berbeda dengan rumah lebah. Serangga ini membuat rumah dengan bentuk-bentuk heksagonal. Manfaatnya untuk manaruh madu, polen lebah, telur, larva, dan pupa lebah. Jadi proses perkembang biakan terus berlangsung ditempat itu.

Ada yang unik dari kehidupan lebah dalam sarangnya. Serangga ini berbagi peran pada setiap koloninya. Ratu lebah perannya bertelur. Dia memperbanyak koloni. Ia kawin setahun dalam seumur hidup.

Ada peran yang diambil oleh lebah betina. Yaitu mengambil serbuk sari dan nektar. Madu merupakan muntahan dari lebah yang dihasilkan dari serbuk dan nektar lalu disimpan lama di sarang untuk persediaan makanan larva dan pupa.

Ada yang berperan sebagai pembersih sarang dan merawat anak-anak lebah.

Lebah jantan berperan mengawini lebah betina. Jumlahnya tak lebih dari seratus lebah. Dari peran-peran itu menunjukkan kehidupan serangga ini penuh dengan keteraturan demi memempertahankan ekosistem mereka. Allah memuji hewan ini karena dalam kehidupannya banyak memberi manfaat bagi manusia.

Demikianlah kehidupan secara umum dua hewan yang tersebut dalam al-Qur’an, bahkan dijadikan nama surat. Surat Al-Nahl (lebah) dan surat Al-Ankabut (Laba-laba).

Dua hewan diatas merupakan penggambaran yang baik untuk diambil pelajarannya dalam membangun sebuah keluarga. Kita dapat menilai manakah dari dua rumah hewan diatas layak dijadikan contoh. Sarang laba-laba meski memiliki rumah yang kuat dan kokoh, tapi sebenarnya begitu rapuh. Rumahnya tidak memiliki atap  sebagai pelindung dari hempasan angin dan turunnya hujan. Dalam kehidupannya, laba-laba memakan pasangannya. Terkandung dikehidupan laba-laba bersifat egois. Contoh ini sudah menjadi bukti bila hakekatnya rumah laba-laba sangat lemah. Allah menyebutkan dalam firman-Nya yang berbunyi,

“Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahuinya.. (Al-Ankabut ayat 41).

Rumah layaknya sarang laba-laba tidak pantas bagi seorang muslim. Karena dalam sebuah keluarga seharusnya tidak saling “memakan” antar pasangan. Tidak saling menyalahkan dan menjauhi sifat egoisme yang tinggi. Justru seharusnya bisa berbagi peran. Tidak ada yang merendahkan peran satu dengan peran lainnya. Semua dipandang penting terhadap semua tugas yang diemban meski tampak sepele. Keluarga muslim selayaknya membangun keluarga yang ideal layaknya rumah lebah. Mereka selalu berbagi tugas. Dan setiap peran sangat berpengaruh dalam roda keluarga yang dijalankan. Tidak ada yang merasa paling berjasa. Semua itu dilakukan sebagai suatu hak yang memperkokoh keutuhan dalam rumah tangga.

Jadi, pilih mana, antara rumah seperti sarang laba-laba atau lebah?

 

  • view 326