Alangkah Menyenangkannya Menjadi Anak-Anak Zaman Old

Ahmad Saeroji
Karya Ahmad Saeroji Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Maret 2018
Alangkah Menyenangkannya Menjadi Anak-Anak Zaman Old

kehidupan anak-anak kekinian atau lebih akrab disebut kids zaman now sangat berbeda sekali dengan dengan kehidupan anak-anak zaman old. Hal ini ditandai dengan bergesernya budaya bermain anak-anak  masa kini yang cenderung  lebih asyik bermain memakai alat-alat elektronik terbaru, berbeda sekali dengan anak-anak zaman old yang bermain permainan adat setempat seperti engklek, ucing-ucingan (petak umpet) dan lain-lain.

Begitu juga dengan masa kecilku dulu, hampir setiap sore teman-teman sekampung selalu mengajak  bermain sambil menyambut senja di sore hari. Permainan kami pun sangat beragam mulai dari engklek, petak umpet, dan sesekali bermain bola di  lapangan berumput salah satu sekolah dekat kampungku. Bukan hanya itu saja, menjelang akhir pekan teman-temanku selalu mengagendakan untuk naik ke perbukitan di belakang kampung yang jarak tempuhnya bisa memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam. Tujuannya tak lain terkadang hanya iseng saja atau kalau  sedang musim panen durian, ya tujuannya untuk mencari durian.

Begitulah kurang lebihnya gambaran kehidupan masa lalu kids zaman old. Semua anak-anak bebas ceria bermain dengan sesamanya di lingkungan sekitar perkampungan dengan tingkat sosialisasi dan komunikasi yang aktif tanpa saling membisu dan diam satu sama lain. Ini sungguh menyenangkan dan serasa ingin kembali ke masa kanak-kanak dahulu. 

Namun bagaimana dengan sekarang ?  Hampir semua anak memegang gadget dalam kesehariannya. Mereka bebas bermain dengan gadgetnya masing-masing bahkan tanpa ada kontrol dari orang tuanya. Anak - anak bermain game dengan asyiknya dan bebas mmengakses segala hal yang disukainya.  Mirisnya terkadang ada isnpirasi melakukan suatu tindakan yang negatif dan mengarah kepada kekerasan sebab terpengaruh oleh video game yang anak tersebut mainkan seperti tinju, kungfu, dan lain-lain. Bahkan tidak jarang pula ditemukan ada segelintir anak-anak yang bisa mengakses konten berbau pornografi.

Akibatnya  bukan hanya itu saja, pola komunikasi sesama anak dan dengan orang tua pun menurun sebab terlalu khususnya mereka bermain gadget. sehingga semakin banyak saja anak-anak yang mempunyai kecakapan rendah dengan orang tua dan lingkungan sosialnya. Ini sungguh tidak menyenangkan dan sudah seharusnya orang tua zaman now mengerti dengan kebutuhan anak-anak zaman now, tentunya dengan tanpa menghalangi akses mereka di era milenial ini . Mungkin saja bisa dengan mengajak anak-anak bermain bersama, lebih banyak mengobrol, sedikit mengontrol dan mengurangi pemakaian gadget.

 

 

 

  • view 51