Sebuah Kisah Tentangmu

ahmad rifai
Karya ahmad rifai Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Oktober 2016
Sebuah Kisah Tentangmu

Terima kasih teruntuk mu, wahai malaikat pelindung ku... Sebuah cerita tentang mu kini telah usai, waktu mu untuk beristirahat..

Tak bisa ku bayangkan betapa bahagianya diri mu disaat pertama kali aku berada dalam pangkuan mu, betapa lemahnya diri ku dikala itu, sungguh dalam pelukan mu adalah tempat ternyaman, teraman dalam dunia ini.. Betapa hangatnya cinta kasih mu, begitu tulus merawat ku, melindungi ku, mendidik ku, dan berbagai macam kesabaran mu akan semua kenakalan yang pernah ku perbuat..

Kini diri ku sudah bisa mengerti dan membedakan mana yang baik dan tidak untuk ku, semua berkat kasih sayang mu yang begitu besar nan luas itu.. Bekal dari mu tidak akan pernah ku lupakan, semua nasehat mu, omelan mu masih bisa ku rasakan, begitu hangat di dalam hati. Maafkan diri ku, berjuta maaf bahkan bermiliar-miliar maaf mungkin tak akan pernah mampu untuk menebus semua kesalahan yang penah ku perbuat kepada mu, menyakiti hati mu walau kau tak akan pernah mau menampakannya di hadapan ku, karena ku selalu melihat senyum mu lebih mampu mengalahkan amarah dan rasa kecewa mu..

Maafkan aku jika telah banyak mengecewakan mu, salah ku yang tak terhingga, membuat engkau berduka. Betapa banyaknya nasehat yang ku abaikan, tak jarang justru malah ku lawan..

Engkau hanyalah manusia biasa, bukan malaikat-malaikat penjaga itu yang sering engkau dongengkan kepada ku, semua yang berawal sautu saat pasti akan menemui akhir.. Ku goyah, benar-benar goyah saat ini setelah kau terakhir kali bisa menatap wajah ku, senyum palsu yang menyembunyikan kesedihan.. Setelah itu kau bisa melihat begitu banyaknya malaikat-malaikat pelindung mu tersenyum, mengajak mu ke tempat penantian untuk pertemuan cinta sejati mu, cinta antara hamba dengan Tuhannya..

Beristirahat lah, tugas mu telah usai.. Sebuah cerita tentang mu yang kelak akan aku ceritakan kepada anak ku, sesosok tangguh dan kuat namun berhati lembut.. Tidak ada gelar apa pun di dunia ini yang pantas untuk mu, ketulusan cinta dan kasih sayang mu melebihi dari itu semua..

Kau lah sosok yang nanti akan selalu ku rindukan selama perjalanan hidup ku mendatang, terima kasih IBU...

Terima kasih untuk semua cinta, jasa mu tak akan pernah mampu ku balas. Hanya untaian do'a yang ku sanggup lantunkan untuk mu, semoga engkau tenang berada disana, diampuni segala dosa-dosa mu, tersenyum melihat ku untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik..

Tuhan.. pinjami aku kesabaran ibu ku, agar aku bisa sesabar seperti kesabaran ibu ku...

Tuhan... pinjami aku hati seperti hati ibu ku, agar aku bisa setulus ibu ku memberikan cinta dan kasih sayang terhadap seluruh mahluk, seluruh semesta, seperti ketulusan cinta dan kasih sayang ibu ki terhadap diri ku...

Tuhan... aku titip ibu ku disamping mu, jaga dan sayangilah beliau seperti rasa sayang kepada ku sewaktu aku kecil...

 

Selamat jalan ibu, wahai sosok yang tak akan perah bisa tergantikan oleh siapa pun.

  • view 253