Mbah Marsono dan buku

Ahada Ramadhana
Karya Ahada Ramadhana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Februari 2016
Mbah Marsono dan buku


Marsono (75) tampak sedang duduk tenang di atas kursi plastiknya sembari melapisi cover buku-buku yang dijualnya. Di depan lapaknya yang terletak paling utara deretan kedua sebelah timur toilet, disapanya setiap pengunjung yang lewat di depan lapaknya. Mbah asal Sragen ini merupakan salah seorang pelapak di pasar buku murah ternama di Yogyakarta, Taman Pintar sejak 2006.

Mbah kelahiran 1941 ini telah merasai yogyakarta sejak 1958 untuk melanjutkan sekolah. Dia kemudian menempuh sekolah keperawatan Bethesda (sekarang Stikes Bethesda) selama 4 tahun. Setelah sempat bertugas di rumah sakit satu naungan dengan sekolahnya, istri dari Samdi (88) ini pindah tugas di RS Kristen Tayu Jepara, namun kemudian 'kembali' ke Yogyakarta untuk bertugas di Puskesmas Mergangsan hingga pensiun.

Perempuan ini sudah sejak 1997 ketika masih bertugas merawat para sakit telah aktif berjualan buku. Diakuinya, dulu dia berjualan di jalan, belum memiliki tempat tetap. Kini, warga sekitar Lempuyangan ini dengan setia menjaga lapak sejak pukul delapan pagi hingga pukul tujuh sore. Akhir pekan tak terhitung libur baginya, sebab justru momen itulah yang menawarkan banyak calon pembeli.

"Saya kebanyakan jual bekas, tidak hanya yang baru saja," akunya.

Pasokan buku didapatnya dari mana saja, tidak ada langganan tetap. "Semua buku masuk, yang kira-kira perasaan saya laku dijual. Nggak melulu yang baru karena yang baru modalnya besar. Jadi saya sambil menolong yang uangnya sedikit sambil cari untung,"

Bersama dengannya di komplek yang sama, anaknya yang ke-7 selain membuka lapak sendiri juga membantunya ketika buku yang dicari pengunjung tak lagi terekam di memorinya.

Kini Marsono hanya tinggal berdua dengan suami sebab anak-anaknya telah menyebar mencari penghidupan sendiri-sendiri. Ada yang merantau ke ibukota menjadi pegawai Pertamina, ada yang di Solo, sisanya tetap di Yogyakarta berwirausaha, ada di Kotagede, Krapyak, Wonosari.

"Kalau sudah berkeluarga kan senangnya menyendiri, nggak kumpul sama keluarga. Kecuali kalau punya rumah gede. Rumahnya cuma pas-pasan e," tutur Marsono.

  • view 119