Apa Itu Jurnalisme Investigasi?

Ahada Ramadhana
Karya Ahada Ramadhana Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 Juni 2018
Apa Itu Jurnalisme Investigasi?

Sari ceramah Anton Septian, Redaktur Tempo, tentang Jurnalisme Investigasi.

Media konvensional bersaing dengan media sosial dalam hal distribusi berita. Tapi, satu keunggulan media konvensional adalah kemampuan memverifikasi fakta.

Ada jutaan berita palsu atau hoax pasca pilpres AS. Banyak yang membagikan. Di indonesia pun demikian. Orang-orang membuka situs yang sesuai preferensi politik masing-masing. Berita dari situs abal-abal dibagikan oleh orang-orang berpendidikan tinggi, tak terkecuali oleh doktor dan profesor.

Tidak bisa tidak, media harus meningkatkan kualitas agar bisa kembali dipercaya publik. Orang-orang membagikan artikel dari blog karena media konvensional dianggap tak lagi bisa dipercaya. Salah satu cara mengembalikannya adalah menawarkan Jurnalisme Investigasi.

Bagaimana cara melakukan investigasi dengan segala keterbatasan?

Jurnalisme Investigasi butuh berbulan-bulan untuk menghasilkan satu produk tulisan. Cukup menyita sumber daya redaksi. Mahal waktu dan biasa. Resiko lain adalah besarnya gugatan atau serangan balik. Namun umumnya penyelesaian dibawa ke Dewan Pers. Kendala lainnya adalah kurang pengalaman jurnalis di lapangan. Tempo memfasilitasi melalui program Investigasi Bersama Tempo angkatan 2.

Titik utama investigasi adalah menyanggah segala alibi. Dalam Jurnalisme Investigasi harus jelas apa pelanggaran hukumnya, siapa pelakunya, apa motifnya, kerugiannya seberapa. Ada temuan dan ada pembuktian oleh reporter. Jurnalisme ini menulis apa yang belum diungkap oleh penegak hukum. Jurnalisme Investigasi bersifat gamblang. Berbeda dengan indepth, yang mana reporting tidak harus secara jelas mengungkap pelaku.

  • view 24