Membaca 'Jodoh'

Ahada Ramadhana
Karya Ahada Ramadhana Kategori Buku
dipublikasikan 08 Februari 2016
Membaca 'Jodoh'

'Jodoh' adalah karya Fahd Pahdepie yang paling (maaf) membosankan dan remeh temeh dari buku-buku lain karyanya yang pernah kubaca. Tak ada yang spesial dan tak jauh berbeda dengan karya menye tema anak muda khas sinetron. Tak banyak pesan dan pelajaran yang bisa digali dari judul?kesembilan dari gores penanya yang pernah kubaca. Saya merasa cita rasa Fahd tak terlalu nendang di buku ini. Meskipun telah menerapkan gaya penulisan orang kedua seperti tulisan yang sudah-sudah namun?saya masih belum menikmati nuansa Fahd Djibrannya. Entahlah. Barangkali ini terlalu subjektif, tapi saya mencoba apa adanya dari yang dirasa dan dipikir.?

Hampir separuh jalan tak ada yang istimewa. Secara keseluruhan pun lebih berkesan dramanya dibanding penyampaian hikmah-hikmah. Bagian yang paling saya suka adalah Bab Penantian dan Pilihan. Imajinasi Fahd yang ciamik tertuang di dua bab ini. Kisah-kisah mengesankan nan menggugah?seperti yang ada di dalam 'A Cat in My Eyes'. Bagian ini menggairahkan karena bertenaga, ala Fahd. Namun bab-bab berikutnya kembali menyampaikan narasi yang terlalu ringan. Buku Kang Fahd yang saya suka sampai hari ini adalah 'yang Galau, Yang Meracau' terutama bab agama dan ketuhanan, lalu 'Perjalanan rasa' karena model penyajiannya yang unik dan padat makna pastinya, lalu 'Hidup Berawal dari Mimpi' yang menyajikan motivasi-motivasi.?

Pelajaran paling penting yang bisa?saya tangkap dan sarikan di buku terbarunya ini adalah ajakan untuk mengambil definisi yang lain dari kata 'jodoh'. Apa yang selama ini dipahami bersama, yaitu orang yang berhasil dinikahi, menjadi ayah/ibu dari anak-anak, orang yang berhasil diajak menjaga?kelanggengan sampai tua dan mati, secara tidak langsung diretakkan oleh penjelasan yang begitu apik di bagian hampir akhir cerita yang saya kutipkan berikut ini.?

"Kita berjodoh, Keara. Sekarang aku bisa mengatakannya dengan yakin. Kita berjodoh meski kita tak menjadi sepasang kekasih yang menikah, tinggal bersama, memiliki anak-anak, dan hidup bahagia hingga maut memisahkan kita.?

Kita berjodoh meski impian dan rencana-rencana kita tak tercapai. Kita berjodoh karena bagaimanapun Tuhan telah mengizinkan kita bertemu, menuliskan kisah kita berdua, dan berbahagia di salah satu persimpangan kehidupan yang pernah kita alami bersama.?

Kita berjodoh, Key. Untuk apa pun alasannya, yang menyedihkan atau membahagiakan, yang bisa kita terima atau tak bisa kita terima, yang termaafkan atau tak termaafkan.?

Kita berjodoh karena takdir telah mempertemukan kita di salah satu persimpangan waktu, membuat kita jadi lebih dewasa, membuiat hidup kita lebih bermakna."?

Pelajaran yang lain, adalah kebebasan dalam menulis. Fahd mengajak pembaca melupakan segala pakem 'harus begini' atau 'harus begitu'. Dia menuliskan begitu saja, mengalir apa adanya, seperti yang dipesankan Somerset Maugham yang kurang lebih begini: "Ada tiga aturan dalam menulis novel. Sayangnya tidak seorang pun mengetahui aturan itu,"

Gaya penulisannya memang beda. Buku-bukunya lebih berisi kumpulan kisah yang bab satu dengan lainnya tak selalu berkaitan, namun tak bisa dipisahkan.?Saya masih merasa janggal ketika memikirkan masuk kategori apakah buku-buku Fahd. Ketika mengecek beberapa bukunya di bawah ISBN dan barcode di kover belakang, ternyata masuk ke dalam kategori novel.?

Berikut adalah penggalan tentang kelonggaran novel ini yang mendorong pembaca bermain-main dengan imaji masing-masing.?

"Aku menuliskan semuanya dalam sudut pandang orang kedua. Aku tak memberi deskripsi mendetail dalam kisah-kisah yang kutuliskan. Sebab, aku percaya pembacanya akan punya imajinasi tersendiri tentang hal-hal yang sedang kuceritakan di sana. Aku membiarkan narasinya longgar agar bisa membuka pintu dan jendela imajinasi yang selebar-lebarnya bagi pembacanya nanti. lalu, tentang alur dan konflik, aku ingin pembacanya menentukan sendiri alur dan konflik itu ... Membentuk semacam pergumulan pikiran dan perasaan di dalam diri mereka sendiri. konflik adalah pertanyaan atau kegelisahan-kegelisahan yang muuncul dalam pikiran dan perasaan mereka setelah selesai membaca tulisanku ...."