Berlindung di Balik Atribut

Ahada Ramadhana
Karya Ahada Ramadhana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Januari 2016
Berlindung di Balik Atribut

Akhir bulan lalu saya menyempatkan menonton film garapan?Alexandre Coffre yang sebenarnya sudah rilis satu tahun sebelumnya, berjudul?'Le p?re No?l' (Santa Klaus). Dari beberapa film yang ada di daftar tayang, trailer film yang dibintangi?Tahar Rahim ini yang paling menarik minat saya. Pasti bakal asyik, begitu pikir saya waktu itu. Berikut ini saya sampaikan apa yang saya dapat dari film bergenre komedi ini.

Natal adalah momen pas bagi sang Le p?re No?l untuk menyatroni satu per satu rumah penduduk demi mengumpulkan harta?sebanyak-banyaknya. Pada satu malam itu, beberapa rumah sudah didaftarnya untuk 'dikunjungi'. Namun naas baginya, Antoine, seorang bocah kecil berusia kisaran 5 tahun memergoki dan tertarik untuk ikut berkelana bersamanya.

Motivasi Antoine adalah kelak dia bisa menumpang kereta luncur Santa agar dapat mencapai langit untuk bertemu ayahnya yang telah wafat. Kepolosan alamiahnya memercayai cerita ibunya bahwa ayahnya kini bersemayam di salah satu bintang di langit.

Santa mengarang cerita bahwa emas yang dicurinya itu dibutuhkan untuk bisa menggerakkan kereta luncurnya, sebab emas merupakan salah satu pelengkap dari kereta tersebut. Bocah itu berhasil diyakinkan bahwa sebagai Santa Klaus?yang (telah dikenal khalayak sebagai sosok baik) telah memperoleh pembenaran untuk mengambil emas dari rumah orang-orang.

Malah, mengambil barang orang selain emas barulah dikatakan mencuri. Antoine mesti percaya apa saja yang dikatakannya dan apa saja yang dikerjakan?Santa Klaus. Begitu kira-kira siratan pesannya. Masih banyak penjelasan yang dikarang Santa demi mengelabui si bocah kecil itu. Kepercayaan itu runtuh juga?ketika mereka harus bermain kucing-kucingan dengan pihak kepolisian. Bocah lugu ini menyadari jua bahwa Le p?re No?l-nya yang tengah bersamanya itu gadungan. Di titik ini, director berhasil menyajikan adegan yang menyentuh sisi emosi. Sendu. Antoine sadar ia harus mengubur mimpi bertemu almarhum ayah.?

Terkuaknya identitas Santa belum mengakhiri petualangan mereka.?Santa mau tak mau mempekerjakan Antoine sebagai 'anak magang Santa Klaus' pasca dirinya mengalami kecelakaan. Tugas beraksi ke rumah-rumah mengumpulkan harta para warga kini dikerjakan Antoine, Santa hanya mengarahkan.?

Menjelang ending, terjelaskan mengapa?Santa harus melakukan penyatronan rumah-rumah itu. Harta yang telah terkumpul itu diserahkan lagi kepada orang lain. Namun saya tak berhasil menangkap dengan jelas siapakah mereka yang diserahi tersebut, apakah pihak yang memiliki piutang dengan Santa ataukah atasan para?maling yang berperan sebagai penadah harta curian.

Endingnya, Dewi Fortuna memihak padanya. Setelah berhasil membukakan jalan bagi gerombolan tersebut untuk menyatroni sebuah rumah, Antoine yang memegang kunci memerangkap mereka di dalam ketika mereka tengah kegirangan mengumpulkan harta curian. Tak lama beberapa?petugas yang telah dihubungi sebelumnya datang untuk melakukan penangkapan.?

Dalam film ini Santa Klaus diposisikan sebagai sosok yang melakukan kejahatan karena keterpaksaan (perihal ekonomi)--seperti realitas kita?hari ini. Tidak dijelaskan apa pekerjaan sebelumnya, tidak pula dijelaskan siapa nama asli pria ini. Dia lantas mengambil keputusan berkamuflase di balik kostum Santa demi melancarkan aksi jahatnya--seperti juga yang dipraktikkan banyak orang dengan berlindung di balik nama agama untuk memuluskan kepentingan politik kelompok atau juga melegitimasi permusuhan kepada kelompok yang bereseberangan.?

Santa dengan strateginya bersama Antoine berhasil meloloskan diri. Ia tidak terhukum.?

Tidak ada scene penjelasan tentang diapakan emas curian tersebut. Ada kemungkinan tidak dipakai sendiri oleh si Santa. Pasca Natal dia?menjadi orangg 'normal' dan bekerja sebagai karyawan swalayan.?

?

sumber gambar:?imdb

?

  • view 142