Ibu Ku Yang Tangguh

Agustiningsih Maulani
Karya Agustiningsih Maulani Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 September 2016
Ibu Ku Yang Tangguh

Hidup adalah keharmonisan jasad dan ruh. Kebahagiaan itu, kita hadir bersama orang yang melahirkan kita yaitu ibunda. Kehangatan seorang ibu adalah keistimewaan keluarga. Ibu. Berbicara tentang ibu memang tak ada habisnya. Ibu adalah sosok inspirasi yang tak pernah lelah mendidik kita sejak dalam kandungan sampai saat ini. Perjuangannya yang begitu dahsyat. Memang kita belum merasakan apa yang ibu perjuangkan kepada diri kita. Bagaimana cara anak berbakti kepada orangtua ?. Kadang kita selalu membantah dikala diberi nasihat atau disuruh untuk mengerjakan hal kebaikan kepada kita tetapi kita menolaknya. Kadang kita pun sadar semua nasihat ibu yang sangat penting bagi kita. Kita selalu menyakiti hatinya. Kita selalu membuat ibu menangis jika apa yang kita lakukan itu jalan keburukan.

Apakah kita bersyukur mempunyai ibu ?. Ya. Kita harus bersyukur memiliki wanita pilihan Allah untuk kita yaitu ibu. Hidup tanpa ibu, rasanya tak harmonis. Karena itu kita harus bersyukur pada diri kita sendiri. Kepada ada orangtua ibu dan ayah. Terutama ibu.  Terkadang aku merasa kasian terhadap saudara-saudaraku yang ibunya sudah tiada, ibunya yang sudah bercerai dengan ayahnya dan anak yang jauh dari ibunya. Banyak anak-anak yang diluarsana yang ditelantarkan oleh ibunya sendiri. ada anak yang tak sama sekali tinggal dengan orangtuanya. Kerinduan anak kost-an. Aku bersyukur, aku selalu menemani ibu dirumah. Karena aku belum pernah ngekost. Kuliah ku, jaraknya dekat dengan rumah. Bisa pulang pergi. Ya, begitulah diriku. Yang kini, aku selalu menemani tidur bersama ibu dan ade. Karena ayah ku sudah tiada, satu tahun lebih. Kerinduan pada ayah selalu ada. Akan ku jaga ibu, ayah. Do’aku selalu ku panjatkan untukmu. Tak akan kulupakan perjuanganmu juga ayah. Semoga kita dipertemukan kembali oleh Allah di syurgaNya. Aamiin.

Bagiku, ibu adalah motivator dalam hidupku. Aku dan ibu begitu dekat. Dari kecil aku selalu dituntun ibu kemanapun. Dari mulai sekolah usia dini sampai saat ini. Kini, usia ku sudah berjalan 19 tahun. Aku harus menjadi muslimah yang tangguh . Berani melaksanakan apapun itu yang bermanfaat bagi oranglain. Ibu yang selalu memberikan motivasi untukku. Dikala aku tak semangat. Dikala aku diberikan ujian atau cobaan. Ibu yang selalu mengatakan padaku “ Jadi muslimah harus kuat, tidak cengeng nak !”. “Apapun yang terjadi padamu, kamu jalani dan kamu syukuri”. Itulah pesan ibu kepadaku. Ibu yang selalu mendukungku dalam meraih impian. Impian butuh tindakan dan do’a. Tindakan yang aku lakukan dan do’a dari ibu untukku. Karena do’a ibu, insyaallah Allah selalu mengabulkannya.

Dalam lelahmu, ku lihat raut wajahmu ibu. Pengorbananmu  untuk anakmu selalu dijalani. Adakah anak mengorbankan untuk orangtuanya. Ku pikir seribu satu yang begitu. Aku tahu ibu. Aku tak ingin impianku terhapus dalam benakku. Ibu aku ingin bahagiakan ibu. Aku masih belum bisa hidup mandiri. Aku belum menjadi pribadi yang tangguh. Dalam artian, tangguh dalam segala hal. Keluarga besarku begitu unik. Ibu, kakak-kakak perempuanku dan adik laki-laki. Saya dan kakak-kakak perempuan saya, begitu kesulitan jika mau kemana-mana. Karena tak ada kakak laki-laki yang bisa melindungi kita jika kita keluar rumah. Apapun yang terjadi di rumah, begitu pula dengan nge cat rumah. Saya dan kakak-kakak perempuan saya mengecat rumah tanpa bantuan laki-laki. Sungguh, begitu unik dan patut saya syukuri.  Tak ada halangan bagi kita. Saya antar ibu ke pasar, motor pun penuh dengan barang-barang. Saya tidak malu dan gengsi. Siapa lagi kalau bukan saya, karena kakak-kakakku sibuk bekerja diluarsana.

Di saat berkumpul, semua kakak-kakaku, ibu dan adikku. Begitu bahagia menikmati syurga dunia ini yang diberikan Allah untuk saya. Dan hadirnya sosok ibu. Yang begitu shalihah mendidik anak-anaknya yang tak pernah lelah dan mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi saya serta memotivasi hidup saya menjadi terang. Karena Allah aku dihadirkan didunia ini untuk berbakti kepada orangtua, “Your Mother, Mother, Mother, Father.” Ibu, walaupun jasamu tak akan terbayarkan seberapapun. Pasti Allah membalas segala kebaikanmu. Terimakasih Ya Allah, kau telah menciptakan ibu yang shalihah. Aamiin.

  • view 297