Senin Telah Tiba, Saatnya BerSemangat Bekerja, Semoga Makin Barakah.

Agusman 17an
Karya Agusman 17an Kategori Renungan
dipublikasikan 10 Oktober 2016
Senin Telah Tiba, Saatnya BerSemangat Bekerja, Semoga Makin Barakah.

Jika kau benci hari Senin datang berhati-hatilah karena itu salah satu pertanda bahwa kau jadikan perkerjaanmu sebagai beban.
Jika kau bahagia akan datangnya hari Senin itu juga merupakan tanda bahwa kau senang dengan pekerjaanmu dan kau gemar menunaikan kewajiban mu sebagai pekerja.

Banyak alasan para pekerja membenci hari Senin tiba, salah satu alasan yang banyak dijumpai ternyata hasil yang mereka terima dari pekerjaannya tidak setimpal dengan apa yang mereka lakukan.
Sebagai contoh dalam bekerja ia hanya di gaji 600ribu rupiah padahal kualitasnya dalam melakukan pekerjaan seharusnya dinilai dengan gaji 3juta rupiah. Mereka merasa rugi baik rugi waktu, tenaga dan yang lainnya. Akhirnya ia pun tak semangat menyambut hari Senin tiba dan lama kelamaan bisa mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Seharusnya kalau gaji kita jauh dibawah kualitas kerja yang kita lakukan jangan malah bersedih dan jadikan itu sebuah alasan untuk tak bergairah melaksanakan pekerjaan. Justru ketika hal itu yang kita rasakan, tetaplah bekerja dengan kualitas yang jauh lebih baik lagi. Karena kualitas itu jauh lebih penting dari pada nominal angka.
Memang sebenarnya terlihat rugi tapi selisih hanya dalam perkara angka itu tak masalah, karena Allah yang maha tahu akan mengganti selisih angka itu dengan yang jauh lebih berharga, seperti kesehatan, keilmuan, keterampilan, nama baik, keluarga harmonis, sahabat sejati dan lainnya.
Ada satu kalimat yang seharusnya kita jadikan prinsip dalam menjalankan pekerjaan, kalimat itu berbunyi "Rejeki jangan dihitung-hitung, lakukanlah sesuatu dengan tulus. Orang yang gemar menghitung-hitung, rejekinya akan tertakar. Sementara orang yang tak hitungan-hitungan, rejekinya tak masuk akal (tertumpah ruah)"
Jadi jangan heran, kaget, iri ketika melihat orang yang memiliki rejeki yang tak pernah putus, seakan gak habis-habis. Karena mereka memang tak suka menghitung-hitung rejeki dari Tuhan meski tanpa kejelasan penghasilan. Yang mereka tahu dan yang mereka yakini bahwa Allah Maha Melihat, Maha Penolong, Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.
Jadi tak ada alasan kan untuk membenci hari Senin.

Yang wajib kita waspadai semestinya adalah ketika gaji kita jutaan tapi kualitas kerja kita hanya ratusan ribuan. Ketika ini yang terjadi pada kita, berhati-hati lah karena Allah Maha Melihat Apa Yang Kita Kerjakan. Allah pun akan mengambil kelebihan nominal gaji kita yang berlebih dari kualitas kerja kita itu dengan caranya. Badan sering sakit-sakitan, keluarga berantakan, jiwa tak tenang, selalu merasa tertekan, banyak urusan tak terselesaikan. Mungkin itu semua ganti dari gaji kita yang berlebih.

Yuk lebih memprioritaskan kualitas kerja, ketimbang hanya menghitung nominal angka.
Semoga Kerja kita bernilai ibadah.
Aamiin ....
#CatatanUntukDiriKu

 

  • view 203