Semoga SeSurga Meski dan SeHidup di Dunia.

Agusman 17an
Karya Agusman 17an Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 September 2016
Semoga SeSurga Meski dan SeHidup di Dunia.

Bapak dan Emak dari merekalah aku harus belajar bagaimana seharusnya merayakan cinta sejati. Cinta itu perlu bukti bukan hanya sekedar janji. Cinta itu saling menguatkan, saling menjaga, saling mendo'akan meski jarak memisahkan.
Bapak dan Emak dua sijoli yang telah ditakdirkan Tuhan untuk berpisah di dunia tepatnya saat menjalankan kewajiaban suci menunaikan Ibadah haji, si Bapak cintanya Emak ternyata jasadnya diidam-idamkan Tanah Penuh Barakah Al-Makkatul Mukarramah pada tanggal 02 Januari 2007 tepatnya jam 20.00 waktu Makkah, si Bapak menghembuskan nafas terakhir memisahkan roh dari tubuh nya.
Memang jasad Bapak telah terkubur tapi rasa cinta Emak terhadap Bapak tetap kokoh di hati Emak. "Nak jangan lupa do'akan bapak mu" begitu pesan yang acapkali keluar dari mulut Indah emak. Ketika malam jum'at tiba Dia pun tak lupa mengingatkan kami "Nak hadiahkan bacaan Yaasiin untuk bapak mu" Saat lebaran datang diapun tak pernah lupa menyisihkan rejekinya dan mengajak anak-anaknya untuk berinfak yang Pahala nya untuk di hadiahkan kepada si Bapak. Tatkala menziarahi kuburan orang tuanya dan mertuanya Emak pun sering menancapkan dahan kayu didekat kuburan yang diziarahinya sembari memanjatkan do'a kepada Allah untuk Bapak. Dan Emak pun selalu menasehati kami untuk terus berbuat baik guna menjaga Nama baik cintanya karena seringkali ketika ada seorang anak yang berprilaku buruk maka nama orang tua pun terikut menjadi buruk. Dan masih banyak lagi bukti cinta Emak terhadap Bapak meski mereka berdua tak lagi bisa bergandeng tangan di dunia.
Semoga Engkau wahai Bapak dan Emak kelak kekal SeSurga meski tidak selalu SeHidup di Dunia. Semoga Putra Putrimu Juga Demikian.

  • view 168