Filsafat Politik Plato__Oleh Agus Hiplunudin

Agus Hiplunudin
Karya Agus Hiplunudin Kategori Politik
dipublikasikan 04 Juni 2017
Filsafat Politik Plato__Oleh Agus Hiplunudin

FILSAFAR POLITIK PLATO

Oleh: Agus Hiplunudin

Seperti setiap aspek filsafat Plato, filsafat politiknya ditandai dengan rasionalisme. (Dalam hal ini rasionalisme dapat diterjemahkan sebagai paham yang sangat menekankan akal sebagai sumber utama pengetahuan manusia dan pemegang otoritas kebenaran itu). Terciptanya negara yang baik bergantung pada aspek negara itu diperintah oleh akal. Sebagaimana kepala mengatur tubuh, maka peran filosoflah yang harus mengatur masyarakat (dalam konteks negara).

Mari kita coba membuat ilustrasi mengenai hubungan antara ketiga bagian tubuh manusia dan negara

 

TUBUH                        JIWA              SIFAT                                    NEGARA

Kepala               Akal                Kebijaksanaan             Pemimpin

Dada                  Kehendak        Keberanian                  Pelengkap

Perut                  Nafsu              Kesopanan                  Pekerja

 

Negara ideal Plato bukannya tidak sama dengan sistem kasta Hindu yang di dalamnya masing-masing orang memiliki fungsi sendiri-sendiri demi demi kebaikan seluruh negara. Bahkan sebelum masa hidup Plato. Sistem kasta hindu memiliki tiga bagian antara kasta pembantu (atau kasta pendeta), kasta kesatria, dan kasta pekerja. Kini mungkin kita akan menyebut negara Plato itu totaliter (Gaarder, 2013).

Sebagaimana Socrates yang beranggapan bahwa setiap individu memiliki akal sehat—baik laki-laki maupun perempuan. Pun dengan Plato, ia pun beranggapan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki akan (kedua jenis kelamin ini dapat menjadi seorang filosof). Artinya; perempuan memiliki potensi sama baiknya dengan laki-laki dalam hal kepemimpinan asalkan perempuan tersebut terbebas dari pekerjaan domestik (mengurus anak dan mengurus rumah), dan memiliki pendidikan seperti halnya laki-laki. Oleh karena itulah Plato memandang perlu pengurusan anak secara terorganisir—dan itu negaralah yang harus melakukannya. Platolah peletak batu pertama sekolah penuh waktu, full time. Plato berpandangan para pemimpin dan kesatria harus terbebas dari segala bentuk kehidupan rumah tangga, dan mereka tidak diperkenankan memiliki harta, kekayaan.

  • view 43