Reinkarnasi__Puisi Agus Hiplunudin

Agus Hiplunudin
Karya Agus Hiplunudin Kategori Puisi
dipublikasikan 03 Juni 2017
Reinkarnasi__Puisi Agus Hiplunudin

PUISI REINKARNASI

Oleh: Agus hiplunudin

 

Reinkarnasi

Sukmaku reinkarnasi

Seperti bulan yang melahirkan purnama

Cintaku reinkarnasi

Seperti hujan merintik yang melahirkan pelangi

Rinduku reinkarnasi

Seperti merah dan kuning yang melahirkan warna jingga di kaki langit ambang senja

Panggarangan, 30 Mei Oktober 2017

 

Tentang Puisi

Puisi adalah ilham yang melintasi pikiramu

Puisi membebaskan jiwamu dari segala belenggu

Puisi adalah keindahan

Dan keindahan itu adalah dirimu sendiri

Puisi adalah musik, ia berirama menyenandungkan harmoni semesta

 

Dengan puisi engkau akan merasakan kehadiran Tuhan

Tuhan yang engkau imajinasikan

Dalam puisi ada cinta Tuhan 

Karenanya aku dan engkau adalah puisi indah karya Tuhan

Yogyakarta 6 September 2014

 

Puisi

1

Aku untai kata demi kata kurangkai menjadi bait-bait puisi

Dan aku persembahkan puisi itu teruntuk engkau

Sebab engkau pemilik jiwa penuh cinta

Karenanya jiwa engkau jiwa yang dirahmati cinta

2

Aku tak sudi melacurkan puisiku

Menjual kata-kata indah demi uang

Aku pun tak rela mempersembahkan kata-kata teruntuk manusia dengki

Dan aku tak rela mempersembahkan kata-kata pada manusia berhati ruah benci

2

Puisiku

Kupersembahkan pada engkau

Yakni, pemilik jiwa benderang seperti matahari yang  merajai siang

Puisiku

Kupersembahkan pada engkau

Yakni pemilik jiwa hening sehening gemintang yang setia menemani malam

Yogyakrta 1 September 2014

 

Perempuan

Debur ombak menghantam batu karang

Namun, batu karang tetap kokoh dan sabar kendati diterjang tiap detik

Demikian keteguhan jiwa perempuan

Jiwa yang tak pernah mengeluh

Jiwa yang sabar berlimbah cinta kasih sayang

 

Keperkesaan perempuan bukan terletak pada kekuatan kasarnya

Melainkan, kekuatan perempuan karena kehalusan budinya

Kejantanan perempuan bukan terletak pada otot dan tulangnya

Melainkan, kejantanan perempuan berada pada keteguhan jiwanya

 

Perempuanlah pewaris kemulyaan dalam dunia

Sebab tiap raga terlahir dari rahimnya

Susunan tulang dan daging terbentuk dari air kehidupannya

 

Perempuan percikan Tuhan di dunia

Sebab surga berada di bawah telapak kaki kaum ibu

 

Hingga. Tiap jiwa yang mulya tentu meratukan perempuan

Sebagaimana Tuhan meratukannya

Yogyakarta, 18 Oktober

 

Semasta Akal

Dalam semesta akal terdapat limpahan kekayaan

Di sana nalar dan logika bersemayam

Di sana ingatan dan kecerdasan tersimpan

Karena akal; manusia dan hewan tercerahkan dalam perbedaan

 

Segala gerak ragamu terilhami oleh akalmu

Akal baik melahirkan laku indah

Akal jahat melahirkan laku buruk

 

Jangan sesekali kau mengasih ruang pikiran busuk pada akalmu

Sebab pikiran busuk membuat akalmu sakit

Bila akalmu sakit jiwamu menderita

Jika jiwamu menderita ruhmu terluka

Jika ruhmu terluka kau tak dapat menatap yang maha indah

 

Penuhilah akalmu dengan pikiran yang sehat

Jika pikan sehat akalmu kuat

Jika akalmu kuat jiwamu makmur

Jika jiwamu makmur ruhmu merekah

Jika ruhmu merekah kau akan bertemu dengan yang maha indah

Yogyakarta, 18 Oktober 2015

 

Renung

Hujan jatuh menombaki senja

Gelap datang menyelimuti terang

Riak air bagai kilatan pedang mengancam jiwa

Aku termangu dalam senja kelabu

Merenungi jiwa nyaris binasa

Terkapar amukan dosa

Terhempas kesucian Dewata

 

Hujan turu menghujam bumi

Lengkung pelangi menggurat langit

Kelebat kilat bagaikan malaikat hendak mencabut nyawa

Aku terbelenggu sepi merayu

Merenungi diri kian tiada berarti

Terkapar terbuai dunia hampa keji kejam

 

Hujan turun menghantam daun

Riuh awan hitam berarak mencengkram langit

Gemuruh petir bagai amukan Tuhan

Aku terhuyung dalam kerinduan

Meniti jiwa penuh kepalsuan

Terbunuh aku oleh kejamnya waktu

Yogyakarta 17 Oktober 2014

 

Harapan Kupu-kupu Malam

Pelanggan

Cepatlah datang

Aku butuh uang

Sebab hari esok anak perempuanku yang duduk di bangku sekolah harus daftar ulang.

Yogyakarta, 6 Juli 2015

  • view 54