Surat terbuka untuk Thom E Yorke

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Juli 2017
Surat terbuka untuk Thom E Yorke

Halo, yorke.

Saya menghabiskan masa SMA saya dengan musik dan begitu sedikit buku. Setelah kejatuhan era Ska yang datang tiba-tiba dengan rombongan semacam Mighty-Mighty Boston atau Voodoo Glow Skulls, saya juga pada akhirnya mendengarkan Hardcore atau Punk miliknya Refused atau Propagandhi. Memilih Hip-hop dan Rap tertentu untuk didengarkan seperti Homicide. Masa-masa itu, seorang teman juga memperkenalkan saya pada koleksi kaset The Beatles yang legendaris di rumahnya dan kami sempat memainkannya di stuido-studio meski tak pernah mendapat panggung. Banyak sekali musik yang saya dengarkan masa-masa itu, saya pikir memang bagus untuk saya masih pada usia remaja mendengarkan banyak musik dari berbagai macam jenis.

Tahun ke-tiga saya di SMA, saya mulai berkenalan dengan musik-musik pop dan cenderung murung serta mengeluarkan emosi yang begitu terasa pada musik maupun liriknya. Musik-musik manis seperti Edson, Keren Ann, Club 8 dan lainnya mulai memenuhi ruang aktifitas saya di waktu-waktu tertentu. Musik murung yang pada akhirnya saya ketahui sebagai Shoegaze juga sempat menghampiri telinga saya meski tak lama dan tak banyak. Hanya beberapa saja. Lalu, seorang teman yang tidak begitu populer mengenalkan saya pada Radiohead, Yorke. Ya, ini Band kepunyaanmu. Tepat di tahun ketiga itu saya berkenalan dengan Radiohead melalu Ok Computer dan Kid A. Dan kau tahu, yorke? Saya sepertinya menyukai musik yang kalian mainkan dan lirik yang kamu tulis.

Saya lalu mulai mencicil membeli kaset Radiohead dan mencari informasi lebih menganai Radiohead. Terlebih ketika saya lulus dari SMA dan tak bisa meneruskan pendidikan ke universitas karena satu dan lain hal. Ketika saya bekerja di Warung Internet yang begitu menjamur saat itu, saya lebih leluasa lagi mencari informasi mengenai Radiohead. Lagu terbaru, grafis-grafis yang begitu khas dan berita apapun termasuk album solo pertamamu yang juga menjadi lagu tema film Prestige yang begitu memukau dan terngiang hingga kini. Dan tentunya seorang teman perempuan yang juga menyukai musik yang kalian mainkan dan lirik yang kamu tulis. Oia, mengenai suaramu, memang suaramu tidak bagus.

Akhir-akhir ini, yorke, saya mendapati berita bahwa Radiohead sedang diboikot. Saya mengetahuinya justru juga dari surat terbuka. Beberapa musisi Israel menyuratimu secara terbuka dan memintamu dan juga Radiohead untuk membatalkan pelaksanaan konser di Tel Aviv. Israel. Mereka, para musisi Israel ini menekankan bahwa lebih baik mengurungkan niat menggelar konser di sana karena dengan begitu (membatalkan konser) dunia akan melihat ini sebagai aksi kemanusiaan, bahwa ini sebagai aksi solidaritas bagi Palestina. Iya, yorke. Yang terjadi di Palestina adalah tragedi kemanusiaan, seperti juga diakui oleh tidak terlalu banyak warga Israel. Jika Radiohead pada akhirnya tetap melaksanakan konser di Israel, itu sama saja dengan kalian mengakui legalitas pencaplokan tanah yang ilegal dan telah berlangsung selama setengah abad.

Yorke, saya harap kamu dan Radiohead tidak beranggapan bahwa siapa saja yang meminta Radiohead membatalkan konser kalian di Tel Aviv sedang mendikte kalian mengenai apa yang harus kalian lakukan dan tidak. Kami harap apa yang kalian lakukan untuk Tibet juga kalian lakukan untuk Palestina. Dan tolong untuk tidak bersembunyi di ketiak istri Jonny (Greenwood).

Yorke, belum sebulan yang lalu saya  berbicara dengan seorang dokter dari Palestina yang sengaja datang ke Indonesia untuk mengabarkan perihal keadaan terakhir di Palestina. Setelah melakukan pemaparan dan menampilkan beberapa poto benteng-benteng tebal dan tinggi di jalanan Palestina yang memisah antar negara, kami berbincang di sudut halaman masjid. Dia berbagi sebatang rokok Marlboro Mint Menthol dengan saya. Pemerintah Israel berkata pada dunia bahwa benteng-benteng itu adalah penanda dan perbatasan antara Palestina dan Israel. Mereka tentu berbohong, sebab benteng-benteng itu dibangun di area Palestina. Mereka sedang melemahkan kami, memisahkan antar keluarga kami. Kata Dr Luai Mustafa Sublaban yang tubuhnya terlihat begitu jangkung dibanding dengan saya. Kami harus memutar begitu jauh jika ingin menemui paman kami yang ada di seberang jalan, lalu kami harus dihambat pos-pos tentara Isreal yang berkata-kata dengan bahasa yang tidak kami mengerti. Kadang penembakan terjadi karena hal ini, lanjutnya. Rokok Marlboro Mint Menthol tinggal beberapa hisap akan sudah habis ketika saya sadar bahwa Israel tak layak mendapatkan dukungan apa-apa. Terlebih dukungan kebudayaan dari Radiohead, Yorke.

Yorke, kalian masih akan menggelar konser di Tel Aviv?
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

  • view 120