Ayah Gendut, Kucing Minca Mincu dan bintang

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Project
dipublikasikan 18 Juli 2017
Kucing Minca Mincu

Kucing Minca Mincu


Dongeng sebelum tidur

Kategori Fantasi

110 Creative Commons (CC) Atribusi
Ayah Gendut, Kucing Minca Mincu dan bintang

 

1

Ayah Gendut adalah penjual kue keliling. Setiap hari dia membawa beberapa kerangjang kue pada jok belakang motornya yang sudah ringkih. Biasanya, sebelum mentari terbit, Ayah Gendut sudah bersiap dengan kue-kue pada keranjang berwarna biru muda. Ditatanya dengan rapi diatas motor tua itu. perutnya buncit dan matanya cekung. Kulitnya hitam dan tawanya nyaring.

 

2

Kucing Minca Mincu adalah anak Ayah Gendut. Umurnya enam tahun dan giginya tanggal beberapa hari yang lalu karena terdorong oleh gigi yang lain. Gigi yang akan tumbuh. Tubuhnya mirip seperti hanya tulang berlapis kulit. Hanya sedikit daging. Kucing Minca Mincu begitu kurus, susah sekali makan. Waktunya makan Kucing Minca Mincu pergi mandi, waktunya mandi Kucing Minca Mincu makan.

 

3

Ibun adalah ibu Kucing Minca Mincu dan istri Ayah Gendut. Juga gendut, tapi tidak seperti Ayah Gendut. Ibun setiap hari mengantar dan menjemput Kucing Minca Mincu dari dan ke sekolah. Melewati jembatan kain sutra di atas sungai yang airnya berwarna perak. Kadang-kadang, Ibun memasak dan merebus kecoa untuk sarapan Ayah Gendut. Dan juga makan malam.

 

4

Aa Fati adalah adiknya Kucing Minca Mincu. Umurnya masih nol tahun. Giginya masih lembek, belum bisa makan sendiri. Masih suka makan karpet atau plastik bekas. Makan jari jempol Ibun dan Ayah Gendut juga. Kadang tertawa-tawa jika melihat Kucing Minca-mincu menari di atas kasur. Atau tersenyum pada siapa saja. Termasuk semut yang ada di atas buah semangka yang sudah lama tidak dimakan.

  

5

Malam hari, tidak ada matahari. Ada bulan dan ada bintang. Di rumah Ayah Gendut ada lampu dan halaman yang penuh rumput dan suara binatang malam. Udara dingin, Ayah Gendut memakai jaket yang tak terlalu tebal, Kucing Minca Mincu bermain di teras rumah. Ada Ibun dan Aa Fati juga, sedang bermain di sana juga.

Aa Fati memerhatikan Kucing Minca Mincu menari India. Mulutnya membuka tertawa. Masih berupa gusi. Warnanya putih agak merah. Rambut Aa Fati seperti rambut orang Jerman. Seperti Hans atau Heinrich.

 

6

“Ayah...” Seru Kucing Minca Mincu. “Aku ingin ambil bintang.” Lanjutnya.

“Waaahhh...sebentar. Ayah ambil kunci motor dulu.” Jawab Ayah Gendut.

Ayah Gendut lalu memasuki rumah, mencari kunci motor di dekat mesin pendingin air minum. Ada rokok kretek di dekatnya. Ayah Gendut membawa kunci motor, rokok dan korek api. Lalu keluar lagi menuju halaman.

“Ibun, Aa Fati. Ayah sama Kucing Minca Mincu mau ke langit dulu sebentar. Mau ambil bintang sejuta.” Kata Ayah Gendut.

“Semilyar, Ayah.” Kata Kucing Minca Mincu.

“Waw, amboi. Banyak sekali. Ayo, bawa dulu karung untuk wadah bintang.” Kata Ayah Gendut.

 

7

Ayah Gendut lalu menyalakan motor, Kucing Minca Mincu ikut bersamanya. Duduk di depan bersama Ayah Gendut.

Ngeeeengggg....

Motor Ayah Gendut meluncur menembus pekat malam. Lampu motor dinyalakan, sayap motor dikepakan.

 

8

Ketika sampai di langit, mereka berdua bertemu malaikat berbaju abu-abu.

“Hai.” Kata malaikat itu.

“Hai. Kamu siapa?” Jawab Kucing Minca Mincu.

“Aku malaikat. Aku menunggu bintang dan bulan setiap malam. Aku menghitungnya setiap saat. Dan aku menjaga nyalanya.”

“Apa bintang bisa redup? Atau tidur?” Tanya Kucing Minca Mincu.

“Bintang tidur ketika siang dan bisa redup. Jika bintang redup, aku akan menggosoknya dengan pakaianku. Seketika akan benderang lagi.”

“Malaikat, aku ingin mengantungi bintang. Bolehkah aku membawanya?” Tanya Kucing Minca Mincu.

“Boleh. Tapi dengan satu syarat.”

“Apa syaratnya?”

“Kau harus membawa bintang sebanyak semilyar. Semilyar bintang harus ikut bersamamu.”

Kucing Minca Mincu menoleh, memandang Ayah Gendut. Ayah gendut tersenyum dan mengacungkan jembol tangan kanan dan kirinya tanda setuju.

“Aku setuju malaikat!” Seru Kucing Minca Mincu.

Lalu, Ayah Gendut dan Kucing Minca Mincu mengutip bintang, mengisi karung hingga penuh.

 

9

Usai semua bintang mereka kutip sesuai jumlah yang sudah menjadi syarat dari malaikat, mereka kembali ke bumi mengendarai motor.

Ngeeeeng....

 

Dilihat 59

  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    13 jam yang lalu.
    Catatan redaksi untuk tulisan:

    Seru sekali kami menerima tulisan yang masih dibilang 'langka' seperti karya Agus Geisha yang satu ini. Kami bilang jarang sebab memang tak cuma di Inspirasi.co tetapi di kancah sastra nasional tulisan fantasi untuk anak-anak masih terbilang bukan hal yang dapat mudah kami jumpai. Ditambah pula akhir pekan lalu anak Indonesia baru saja merayakan Hari Anak Nasiona 2017 sehingga tulisan ini makin pas saja momentumnya.

    Pemilihan nama tokoh fiktifnya lucu, teknik penulisan singkat tanpa kehilangan makna cocok sekali diberikan ke anak jelang mereka tidur. Selain mengasah imajinasi juga cukup kocak membayangkan bagaimana alur benar-benar terjadi di dunia nyata. Kita butuh lebih banyak lagi cerita seperti ini.

  • Maz 
    Maz 
    4 hari yang lalu.
    Ngakak bacanya. Ditunggu kelanjutannya, Mas.

  • Mashel D. Wakey
    Mashel D. Wakey
    5 hari yang lalu.
    kata-katanya itu nyeleneh sekaligus mengantarkan pembaca pada fantasi ayah gendut.

  • Anis 
    Anis 
    5 hari yang lalu.
    Pak, nanya gak boleh ya?

    bapak nulis ini dengan suasana hati yang gimana,
    atau
    dengan ekspresi yang gimana?
    dan..
    habis berapa kecoa rebus? *eh


    • Lihat 6 Respon