Religiusitas non religi

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 08 Februari 2017
Religiusitas non religi

Hari sabtu pekan yang baru saja lewat, saya mengikuti kegiatan launching buku Second Change di Eiger Store Bandung. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga penulis buku Second Change yang kesemuanya adalah penyandang disabilitas. Irfan yang selalu bersama dua tongkat penyangganya,Rago yang tangan kanannya lumpuh dengan bentuk yang lebih kecil dari tangan kiri dan Fajar yang saluran pembuangan dalam tubuhnya harus lewat perut dengan kantung yang mesti diganti sampai empat kali setiap harinya.

Kegiatan berlangsung dengan penuturan-penuturan penuh inspirasi dan motivasi sembari diselingi seloroh-seloroh ringan. Cerita-cerita yang mengundang air mata sepanjang acara dari ketiganya mengalir bak air sungai di tepian pegunungan yang selalu mereka datangi. Bahkan dalam satu sesi tanya jawab, seorang peserta mengawali pertanyaannya dengan tangisan dan ucapan semangat bagi ketiga penulis.

Beberapa hal yang masih terekam betul diingatan saya adalah ucapan Irfan, bahwa tidak ada manusia yang cacat, yang ada adalah manusia. Irfan menegaskan bahwa keterbatasan yang ada pada dirinya –dan dua temanya yang lain- bukanlah penghalang bagi mereka untuk melanjutkan hidup. Bukan benteng yang memerangkap mereka untuk tidak lagi berkreasi. Bahkan fajar menambahkan, ketika kecelakaan yang dia alami mengharuskannya terbaring di rumah sakit, sekitaran pahanya berdarah hebat membuatnya tak mampu berdiri ibunya selalu berkata, yang sakit itu pantat kamu, bukan kepala kamu. Berkreasi!.

Mereka bertiga adalah pelaku kegiatan luar ruang. Naik gunung, panjat tebing dan lain sebagainya. Hingga sekarang, bahkan ketika tubuh mereka tak seperti semula. Second Change adalah cara mereka berbagi cerita, cara ketiganya menginspirasi mereka di luar sana yang masih memiliki tubuh yang utuh. Second Change adalah kesempatan kedua mereka untuk melanjutkan hidup, menuntaskan tugas. Kecelakaan, terjatuh dari tebing yang tinggi bukanlah hal yang bisa merenggut semangat mereka.

Buku Second Change bukanlah buku religi dengan kutipan-kutipan ayat kitab suci, bukan juga buku motivasi penuh anjuran-anjuran ini dan itu, Second Change berisi cerita disekitar kita. Second Change mengajarkan kita untuk menutup rapat kedua telinga kita dari omongan tak baik tentang kita. Meski ada seloroh Rago untuk terusan kalimat sebelumnya, saya tak sampai hati untuk menuliskannya.

Menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap kejadian adalah hikmah terbaik. Kecelakaan yang merenggut sebagian dari diri yang jusru mengingatkan bahwa tugas hidup belum usai adalah semangat yang tak bisa dipatahkan.

  • view 144