Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 25 Desember 2016   21:37 WIB
laki-laki yang berbicara dengan satu bahasa, dengan dua makna

Yang tak akan kuungkapkan kepadamu,
tentu sesuatu yang akan membuatmu cemburu.
Sekalipun engkau istriku.
Sekalipun engkau anakku.

Sebab cinta bukanlah hal materi.

Aku memiliki cinta yang kututup rapat-rapat.
Cinta dan rindu terdalamku.

Yang aku nanti adalah saat menatap wajah itu.
Saat, yang coba kuintip kemungkinan datangnya setiap waktu,
ketika pantatku lebih tinggi dibanding mukaku.

Cintaku padamu, istriku, tak perlu ragu,
seratus persen.
Cintaku padau, anak-anakku, tak perlu ragu,
seratus persen.

Tetapi cinta bukanlah hal materi.

Setiap kejadian adalah hitungan waktu yang kuharapkan,
dengannylah aku menatap wajah itu.
Setiap muka adalah ruang yang kuharapkan,
dengannyalah dapat ku jumpai ajah itu.

Istriku, aku tidak hanya mendua darimu.
Sebab, bahkan mungkin aku meng-empat darimu.

Dua dariku, tak sama dengan dua dari manapun.
Empat dariku, tak sama dengan empat dari manapun.

Aku mencoba terus tegak menanti saat menatap wajah itu,
meliputi cintaku padamu,
istriku.
Seratus persen.

Karya : agus geisha