Selangor 2

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Desember 2016
Selangor 2

Namaya Xin Yi, kawan baru saya di Selangor ini. Bukan kawan sebetulnya, sebab kami hanya bicara beberapa kalimat saja. Hanya berkenalan dan bertanya jawab. Dia, sudah yang keempat kalinya bergabung bersama kegiatan Big Bad Wold di Malaysia, dan kali ini dia berperan sebagai Tim Leader, membawahi beberapa orang sebagai crew di meja displai khusus buku-buku berbahasa Cina yang baru saja didatangkan dari Cina. Tadi siang, selepas makan dan Shalat Dzuhur, saya membantunya memisah buku, berbahasa Cina. Disela bekerja inilah saya sedikit berbincang dengan Xin Yi yang memiliki perawakan kecil.

Melihat lebih dari dua ratus Xin Yi di sini membuat saya berpikir ada banyak hal yang membuat saya kagum kepada mereka. bekerja, berkeringat dan berlari. Memakai celana pendek murahan. Membawa botol minum air mineral rata-rata berukuran satu setangah liter lebih, jam makan dan istirahat hanya setangah jam setiap kalinya. Dan mereka selalu antre tanpa diminta. Saya tercengang, mereka berderet menghadap galon air mineral suatu ketika. Mereka antre sendiri.

Andrew Yap adalah pemilik BookXcess, pemilik kegiatan Big Bad Wolf. Sepanjang ini, Big Bad Wolf sudah dilaksanakan di Malaysia, Indonesia, Thailand dan sedang direncanakan akan digelar di Cina. Kami dari Indonesia berempat menginap di Philea Hotel sejak tanggal lima hingga tanggal dua puluh satu Desember, menggunakan pesawat terbang dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Semua BookXcess yang bayar. Dan kami berempat, juga akan dibayar sebagai kru selama berada disini. Selain itu, Andrew juga mengundang atasan saya diakhir kegiatan nanti, menginap di hotel yang sama beberapa malam. Andrew yang bayar.

Beberapa orang staff dan kru tetap Big Bad Wolf hampir setiap hari bergantian bertanya pada kami, apa tidur cukup, apa sudah makan, apa lelah, apa semuanya baik-baik saja. Kaiwen Koh, han Yeong, Wy Kien dan beberapa orang lainnya. Sebagai tamu, kami tidak ditekan dalam hal pekerjaan, karena posisi kami berbeda dengan kru lain seperti Xin Yi. Padahal kami dibayar seperti Xin Yi.

Tapi mereka Cina.

Salah satu kawan kami, seorang yang percaya bahwa bangsa cina sedang melakukan upaya penguasaaan Indonesia dengan gelontoran pekerjanya dan naiknya Ahok serta dulu pernah Kwik Kian Gie ke kancah pemerintahan kerjanya begitu memalukan. Sering menghilang dari peredaran bahkan tidur dijam kerja meski sebentar, main telepon seluler dan sebagainya. Setiap ada kesempatan untuk memojokan bangsa Cina secara verbal dalam obrolan ringan kami setelah makan yang disediakan oleh Big Bad Wolf, akan dia lakukan tanpa berpikir panjang bukan hanya dari mana dia makan, tapi lebih kepada apa yang dia sampaikan benar-benar buta dan dimakan mentah dari informasi yang (ingin) dia dapatkan. Mengenai orang-orang Cina yang berbondong-bondong masuk Indonesia dan sudah memiliki KTP, tentang kebangkitan PKI, tentang orang-orang Cina yang akan dipersenjatai dan bla bla bla.

Life.

  • view 157