Lagi pula, apa yang perlu saya tulis lagi.

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 November 2016
Lagi pula, apa yang perlu saya tulis lagi.

Saya sedang tak ingin menulis apa-apa, termasuk akan ke mana arah dari kata “Penistaan” dan “Penodaan” berakhir. Untuk membayangkannya, lebih mengerikan ketimbang tuduhan teroris bagi mereka yang terlalu kanan dan komunis bagi mereka yang terlalu kiri. Sehingga hari ini kita dapat menyaksikan bagaimana para penjual habatussauda dituduh kanan dan petani dituduh kiri.

Padahal, ketika Kitanyali lahir saya begitu senang sekali menulis, mengiringi tari jari di atas papan ketik komputer yang sekarang  hanya menyisakan Hard Disk tak terpakai. Barangkali, jika semangat yang sama seperti ketika Kitanyali lahir ada, mungkin saja saya akan menulis mengenai sama busuknya Mahathir dan Najib yang dianjurkannya mundur dari kursi Perdana Mentri Malaysia. Atau mungkin saya akan menulis dan bertanya ke mana perginya Nagabonar yang menolak menjual tanahnya pada investor saat orang yang sama berganti peran hari ini dan membiarkan petani sukamulya merasakan peluru karet.

Tetapi, saya tidak merasa mengurangi apapun dari perasaan yang sedang menjangkiti saya akibat kelahiran lelaki mungil yang akan menjalani hidup suka atau duka. Saya hanya tidak menulis.

Lagi pula, apa yang perlu saya tulis lagi.