Riwayat Ming dan Cok - Edisi 6

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Project
dipublikasikan 07 November 2016
Riwayat Ming dan Cok

Riwayat Ming dan Cok


Ming dan Cok bertemu setiap senin di teras warung kopi di kota London. Berkawan dan berbincang tentang apa saja. Copyleft.

Kategori Fiksi Umum

1.4 K Tidak Diketahui
Riwayat Ming dan Cok - Edisi 6

Pada selembar sajak yang tertempel di daun pintu kamarnya, Cok masih termenung. Melempar angan ke tempat yang begitu jauh. Mulutnya masih menyeruakan bau alkohol, sebatang rokok menempel di sela bibirnya yang menghitam. Matanya begitu gelap dan dalam menyimpan rahasia. Nafasnya menyimpan mimpi.

Cok berharap suatu ketika dia bisa kembali pulang menjemput adiknya di Jakarta, membawanya kembali ke Samosir dan menemui orang tuanya jika masih ada. Cok hampir sudah tak pernah lagi mengenal nama belakangnya.

Rumah, bagaimanapun adalah tempat yang dirindu. Seperti juga setiap perjalanan yang melelahkan akan kembali ke hati yang sepi. Di London, Cok hanya menempati sepetak kamar yang begitu sempit. Hanya cukup untuk tidur dan menyimpan pakaian. Bersekolah dan bekerja dalam waktu yang bersamaan. Cok memiliki cita-cita, memiliki mimpi seperti yang lainnya. Bersembunyi dan menyelinap di dalam angannya.

Cok ingin, ketika semua berakhir, dia bisa pulang ke Samosir dan memandang mata bangga kedua orang tuanya. Cok sangat ingin menjadi anak yang dibaggakan. Dia ingin menjadi kakak yang bisa diandalkan.

Dari luar, udara London sedang tak baik. Angin dingin bertiup dan beberapa orang lalu lalang dengan baju yang begitu tebal. Dia hampir mengangkat telpon dan mencari Ming di ujung lain kota London. Dia mengurungkannya. Sesekali, terpenjara dalam rumah lebih baik. Menjadi senyap, katanya dalam hati.

  • view 175