Learning by Arguing

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 September 2016
Learning by Arguing

Saya baru saja menuntaskan "Mereka Bilang di Sini Tak Ada Tuhan", sebuah buku catatan dari para korban tragedi Tanjung Priok tahun 1984. Tragedi kemanusiaan yang sudah seumur saya. Saya unduh file e-book tersebut dari web site KONTRAS sejak lama, beku di dekstop lap top kurang lebih selama sebulan. Saya malas membukanya.

"Mereka Bilang di Sini Tak Ada Tuhan" merupakan sebuah catatan dari beberapa korban tragedi mengerikan di negara ini, sebuah pembantaian keji yang dilakukan oleh aparat bersenjata lengkap terhadap masyarakat sipil. Dan tulisan ini tak hendak menjelaskan isi buku tersebut. Saya hanya ingin curhat.

Beberapa tahun lalu, saya menawarkan diri kepada pimpinan Plot Point untuk menjadi moderator diskusi buku "Jalan Lain ke Tulehu" karya Zen R.S yang diadakan dalam rangkaian kegiatan pameran buku di Bandung. Hadir dalam diskusi tersebut, selain Zen juga ada Eko Maung, tokoh Bobotoh Persib. Buku "Jalan Lain ke Tulehu" merupakan kesatuan tak terpisahkan dari proyek Beta Maluku karya Glenn Fredly. Dalam buku tersebut, paling tidak saya bisa menangkap tiga hal yang dituliskan Zen. Tragedi, Sepakbola dan Orkestra.

Suatu ketika, sepulang jualan ayam goreng di jalan Dago bersama beberapa kawan yang juga ikut nongkrong di sana, kami dihampiri segerombolan pengemudi motor yang mencari korban. Ada mungkin sepuluh motor, masing-masing berboncengan. Semua perlengkapan perang mereka keluarkan, kami diserang, kami pontang panting. Mencari tempat persembunyian. Hasilnya, tangan kanan saya memar karena menahan pipa besi yang mengarah ke bagian kepala.

Kekerasan, bagaimanapun menjadi opsi terakhir, sangat terakhir dari semua usaha manusia untuk mencapai satu tujuan. Apapun itu. Efek yang ditimbulkan oleh kekerasan, tidak hanya berdampak pada korban, tetapi jauh dari itu juga berpengaruh pada mereka yang mengetahuinya entah itu secara langsung maupun tidak. Sehingga, beradu argumen, menyampaikan pendapat dan atau sekedar menyampaikan unek-unek adalah hal yang perlu dilatih, dibiasakan. Tak perlu merasa risih hanya karena kawan yang didebat atau mendebat.  Memungut ilmu tentu ada resikonya, sebab salah satunya bisa lahir dari hasil diskusi yang tak jarang melahirkan perdebatan dan adu argumen. Tak perlu selalu setuju kepada kawan yang memiliki pandangan lain terhadap satu hal dengan kita. Perjuangkan selogis mungkin, ketika didebat dan belum merasa puas, keluarkan lagi argumen hingga kau puas atau menyerah, sebab salah satu perbuatan paling pengecut adalah lari dari meja diskusi.

 

baydeuwey, berikut adalah tautan untuk mengunduh buku "Mereka Bilang di Sini Tak Ada Tuhan"

_abaikan Thumbnail_

  • view 179