Saya adalah Agus Geisha

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 September 2016
Saya adalah Agus Geisha

Pada rentang pertengahan 90an hingga awal 2000an, di bandung banyak berserakan buku-buku dan juga majalah-majalah independent, sebagian benar-benar berantakan mulai lay out hingga konten, sebagian lagi mulai merapikan diri. Dan konon, kucing –masterpiece fahd- juga dicetak dan diedarkan dengan cara begini oleh Irfan Amalee. Kakak seperguruannya di Pondok Pesantren Darul Arqom, Garut.

Saya memakai nama Geisha juga berawal dari sana, dari sebuah zine yang saya beli/pinjam/curi/temukan di era-era itu. Membahas mengenai Memoirs of Geisha yang terkenal, zine tersebut membahas asal usul Geisha. Saya langsung tertarik dan mendeklarasikan diri sebagai Agus Geisha. Agus sang Pegawai Seni. Kata Gei dan Sha begitu manis bagi saya yang pada saat itu sedang dalam masa alay lalala yeyeye.

Saya mempertahankan nama Geisha hingga sekarang, menolak melepasnya dengan alasan yang personal, yang kadang saya juga tak mengerti kenapa harus saya pertahankan.

Pada perjalanannya, saya menggunakan nama Agus Geisha pada apapun yang berkaitan denga kegiatan saya dalam berkesenian dan berkomunitas. Mencantumkan nama Agus Geisha di ujung tulisan, di file audio yang saya rekam, di manapun ketika bertemu kawan baru yang tidak berhubungan dengan profesi saya sebagai marketing.

Saya rasa, tulisan dan hal lain yang saya buat tentu terpengaruh oleh banyak orang yang saya jumpai ataupun hanya saya dapatkan gambarannya dari karya mereka. Beberapa pernah bertemu dan sekedar bertegur sapa, karena saya menjaga jarak antara fans dan idola, beberapa bahkan ada yang membuat saya menjadi gadis remaja yang melihat lelaki pujaannya. Malu-malu kucing untuk mendekati dan menyapanya. Diantara beberapa influence itu, mereka adalah :

Harry Sutresna, dia saya kenal lewat grup hip hop yang kesetanan bernama Homicide diawal masa remaja saya. Memainkan rap yang sangat berbeda dengan Iwa K, lirik yang begitu pepal dan hentakan musik seolah lambaian tangan menuju lantai dansa. Dia juga saya kenal lewat rilisan majalah underground berjudul “Membakar Batas” dan lalu “Lyssa Belum Tidur”. Gaya menulisnya tegas dan kuat, bisa jadi karena disiplin ilmu yang telah dilaluinya. Satu atau dua bulan yang lalu, Ucok –panggilan akrabnya- merilis sebuah buku, kumpulan tulisannya sejak lama. Di Inspirasi.co pernah ada yang mengunggah video ketika launching buku tersebut, meski hanya intro.

Selanjutnya,

Godi Suwarna, lelaki tua yang rambutnya sudah uban semua ini sahabat kental Acep Zamzam Noor. Penulis dan pementas sajak nomor wahid, dan bukan sastrawan jadi-jadian yang hanya berani mementaskan sajaknya di ruang youtube. Godi penulis yang sangat lembut, alurnya selalu mengalir dan meloncat-loncat, memiliki analogi cerdas pada setiap tulisannya, dan wawasan yang tak banyak dipamerkan.

Selanjutnya,

Saya ingin katakan bahwa Iman Sholeh adalah Master of Monologue, pribadi yang begitu piawai membawakan sajak siapapun, mulai dari Rendra hingga Ajip Rosidi. Beberapa kali saya lihat penampilannya di atas panggung, kadang berduet dengan saudaranya, Tisna Sanjaya. Iman Sholeh memiliki suara yang begitu baik untuk melantunkan sajak, sehingga, sajak apapun yang ia bacakan seolah selalu pas untuk disimak.

Ada beberapa nama lain sebetulnya yang ikut berperan dalam gaya saya menulis, nama-nama itu belum saya tuliskan disini tidak karena alasan apapun. Paling tidak inilah tiga teratasnya. Karya-karya mereka begitu mengagumkan dan membuat saya mengaku-aku bahwa mereka adalah guru. Memiliki guru adalah hal yang sangat penting, terutama mengakuinya.

*balik badan benerin setelan jas*

 

*Thumbnail merupakan desain salah satu kaos Homicide


  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Asal kata Geisha bukanya dari jepang ya Pak?

    • Lihat 4 Respon

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Baiklah kak..
    Saya kirain Agus supriyatin

    • Lihat 11 Respon

  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Mampir ke sini karena nama saya disebut-sebut di bagian awal. Hahahaha.

    • Lihat 6 Respon