Kota Kreatif disiang hari, Gotham City di malam hari.

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Project
dipublikasikan 22 Agustus 2016
Surat Cinta Terbuka untuk Lyla

Surat Cinta Terbuka untuk Lyla


Kumpulan prosa (kaver lukisan Mark Winwood)

Kategori Acak

1.4 K Hak Cipta Terlindungi
Kota Kreatif disiang hari, Gotham City di malam hari.

Dalam rangka melestarikan budaya korupsi di tanah air, pagi tadi saya mengambil waktu dan bandwitch untuk kebutuhan pribadi. Setelah auto log in twiter karena ada sesuatu yang harus saya cari disana yang berhubungan dengan pekerjaan, saya scroll down dan menemukan sesuatu yang mengganggu. Saya memang memanfaatkan media sosial untuk memungut remah informasi dari orang-orang yang saya anggap kompeten, orang-orang yang saya ikuti sebagian besar adalah orang yang sangat kompeten dibidangnya. Dan tentu saya manfaatkan media sosial untuk hal yang saya sukai.

Zen.RS, seorang editor dan pendiri Fanditfootball dan penulis beberapa buku serta banyak titel lain yang melekat padanya atas kegiatannya mempertanyakan perihal jam malam pada wali kota Bandung. Apakah masih berlaku atau bagaimana statusnya, hal tersebut ternyata barangkali berkaitan dengan pembubaran paksa perpustakaan jalanan yang melapak di taman Cikapayang. Perpustakaan tersebut, pada malam minggu sebelumnya dibubarkan paksa oleh puluhan aparat dan bahkan ada yang kena pukul juga. Release selanjutnya dari aparat justru semakin menggelikan, menyarankan bahwa kegiatan semacam itu haruslah berijin dan buku yang disebarluaskan harus sepengetahuan aparat pemerintah termasuk militer. Dibawah saya sisipkan capture rilis dari Kodam Siliwangi yang saya ambil dari Tweet Zen. RS

Kawan-kawan bisa ambil tafsir sendiri dari capture di atas, dan saya bertaruh bahwa tafsir kawan-kawan tak akan jauh dari tafsir saya.

Pemberlakuan jam malam di Bandung pernah digalakan pada tahun 2014, yang jadi sasaran tentu adalah tempat hiburan malam yang pada akhirnya menjadi barbar yang sedang membuka lahan di hutan Irian. Yang sedang diskusi dibubarkan, yang sedang nongkrong dibubarkan, yang baru pulang entah dari mana dibubarkan. Siapapun, bahkan yang tak mengalaminya pasti akan ingat pada satu masa ketika satu rezim yang berkuasa lebih dari 3 dasawarsa memberlakukannya. Mencoba orde baru sekali lagi !

Bandung mendeklarasikan dirinya sebagai kota kreatif, kota ramah HAM, kota wisata, sister city bla bla bla. Apa sebetulnya yang sedang dicari oleh MUSPIDA? Menjadikan Bandung seperti Gotham City? Merapihkan kota seperti dagelan baris-berbaris? Menafsir bersih adalah putih?. Menata kota tentu bukan hanya urusan membangun infrastruktur berupa taman atau jembatan layang, bukan hanya perihal maghrib mengaji atau kamis inggris. Menata kota adalah lebih dari sekedar kampanye lima tahun sekali. Kota yang heterogen tak boleh disikapi dengan solusi yang homogen. Tetapi, sekali lagi akan saya tanamkan paling tidak untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa berbicara pada pemerintah adalah sia-sia!

Kejadian pembubaran pustaka jalanan di Cikapayang adalah satu dari sekian ancaman kebebasan berkegiatan di ruang publik. Ini hanya salah satunya saja, dan hal serupa terus berulang dikota lainnya juga. Jangan jadikan alasan stabilitas sebagai legitimasi untuk aparat melakukan pendisiplinan versi kacamatanya. Kota bukan milik walikota dan ketakutan tak boleh dipelihara!

 

Zen. RS => twitterzen

 

  • view 148