Cinta Agama CInta

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Juli 2016
The Diary of the Sinner

The Diary of the Sinner


silakan menikmatinya seperti gula-gula.

Kategori Acak

1.6 K Hak Cipta Terlindungi
Cinta Agama CInta

Apakah yang lebih luhur dari cinta itu sendiri?

Ada sebagian orang yang mencitantai agama (islam) layaknya seseorang yang mencintai orang lainnya, baik itu lelaki ke perempuan atau sebaliknya. Dalam hal ini, hanya mencintai sebatas apa yang tampak olehnya saja. Karena parasnya, karena ibadahnya, karena hartanya, karena keturunannya dan lain hal yang bisa dilihat. Atau bahkan sekedar cocok-cocokan. Beres perkara.

Diluar hal diatas tadi, ada banyak hal lainnya yang tidak pernah masuk dalam perhitungan. Tidak ada rencana menghadapi istri yang sedang PMS, tidak ada rencana bagaimana menghadapi suami yang ternyata memiliki kebiasaan lempar handuk ke sembarang tempat seusai mandi, dan lainnya dan lainnya dan lainnya lagi.

Orang-orang menganggap agama berada di surga, banyak sekali orang menganggap bahwa agama tidak berada di dunia bersama mereka, sehingga tradisi, budaya dan elemen agama seharusnya higienis dan tidak tercemar dunia dan hiruk pikuknya. Termasuk didalam dunia itu ada banyak sekali yang bertolak belakang dengannya.

Tadi siang, lini masa facebook saya menampilkan satu tautan ke website Muhsin Labib yang mereview satu buku yang sedikit membahas perihal mairil, suatu perilaku menyimpang seksual yang terjadi di pesantren. Seorang kawan memberi komentar “Fitnah apa lagi ini?” katanya. Link

Sedikit banyak, saya sering bersinggungan dengan pesantren sejak kecil. Mulai dari ikut mondok di pesantren dekat rumah di pinggiran kota Bandung sampai sekarang bekerja sebagai marketing juga sering bersinggungan dengan pesantren. Dan saya, mau atau tidak harus menganggap pesantren sebagai miniatur dunia. Didalamnya ada orang yang lurus, baik dan sangat penurut. Ada anomali yang jauh dari definisi yang pertama. Ada yang sholeh, ada yang tidak. Ada yang berperilaku sesuai aturan ada pelanggar. Ada pernha saya temukan pencuri di pesantren, ada guru yang menyukai anak muridnya secara seksual, ada yang lebih buruk lagi.

Orang yang mencintai agama secara buta sangat rentan dan bukan mustahil satu hari orang-orang semacam ini akan berada di pemberitaan sebagai bagian dari institusi penyenang C4 atau TNT. Mencintai perlu tetap berada pada area wajar dan waras, sehingga ada bagian dari kehidupan yang masih bisa diteruskan ketika hal yang tidak berkenan dari hal yang kita cintai menampakan diri.

  • view 207

  • Tukang Kutip
    Tukang Kutip
    11 bulan yang lalu.
    “Banyak sekali orang menganggap bahwa agama tidak berada di dunia bersama mereka, sehingga tradisi, budaya, dan elemen agama seharusnya higienis dan tidak tercemar dunia dan hiruk pikuknya.”