Marhaban ya Syawal

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Juli 2016
The Diary of the Sinner

The Diary of the Sinner


silakan menikmatinya seperti gula-gula.

Kategori Acak

1.8 K Hak Cipta Terlindungi
Marhaban ya Syawal

Jika yang membuat kita merasa menang bersama ramadhan ini adalah antrean bermeter-meter di kasa supermarket atau kentalnya bumbu opor yang mebuat kita waswas apakah perlu dimasak hari ini atau besok sebab sidang isbat kementrian memang di tetapkan setelah maghrib, maka sebelum ramadhan tahun depan tiba kita lebih baik kita banyak berkaca. Diamana kita selama ramadhan?

Kita lebih senang membahas pakaian, lebih senang membahas jalur mudik yang akan kita lalui dan kita lebih senang mendata masakan apa saja yang perlu kita siapkan untuk lebaran. Kita tak memunyai waktu lagi untuk shaum. Terus terang, saya bukan seorang yang sangat baik dalam beragama, saya bukan seseorang yang begitu fasih menerjemahkan sami’na wa atho’na. Saya hanya penonton yang menyaksikan drama ini bergulir tahun ke tahun.

Seperti yang saya rasa sebelum ramadhan tahun ini datang, sebelum dia pergi perasaan itu datang lagi. Apakah sedih? Saya tidak tahu, yang pasti saya benar-benar limbung diantara ingar bingar ini. Saya benar-benar tidak ingin mendisiplinkan diri dalam kebiasaan menyiapkan lebaran. Bahkan untuk kumpul-kumpul.

Di dalam hati saya yang paling dalam, sangat dalam, saya merindukan Rasulullah.

  • view 217