Saeni

agus geisha
Karya agus geisha Kategori Lainnya
dipublikasikan 17 Juni 2016
Saeni

Eits, tantangan minggu ini mengenai Sweeping Warteg di Bulan Berkah. Meski terhitung sudah basi, tapi biarlah, sedikit menulis perihal ini.

Saya ingin memulainya dengan Saeni, ibu yang menjadi perbincangan banyak pihak belakangan ini. Memang, sejak awal saya meyakini kejadian yang menimpa Saeni adalah sama sekali sebuah spontanitas. Saeni pedagang nasi, Satpol PP penegak PERDA, dan media yang bekerja. Semuanya begitu natural, berjalan apa adanya. Tangisan Saeni bagi saya adalah tangisan saya juga, melihat dari sikap represif aparat. Barang jualannya disita petugas warungnya harus tutup dan dia menangis. Awalnya hanya ini. Melihat spontanitas ini, beberapa pihak akhirnya mengatur donasi untuk Saeni sebagai pengganti dagangannya yang dirampas. Hasil donasi, jauh lebih besar dari dugaan. Nilainya lebih dari seratus juta. Selain itu, maka munculah kegaduhan. Mengenai PERDA, mengenai donatur yang melibatkan pejabat negara, mengenai Syariat Islam, mengenai perbandingan hormat-menghormati dan mengenai tetek bengek yang sudah tak lagi relevan dengan kemanusiaan kita.

Beberapa lalu membahasnya ke ranah yang lebih serius. Membahas PERDA dengan pendekatan membandingkan dengan kasus-kasus lain, yang lain mencari tahu siapa sebenarnya Saeni, yang lainnya lagi mencari dan menemukan berapa banyak jumlah uang yang diterima Saeni. Dan yang tak kalah “lucu garing” adalah yang coba menbandingkan kasus buka warteg ini dengan pasangan mesum yang tertangkap satpol PP juga.

Apa ini?

Hanya pertanyaan ini yang tersisa.

 

*gambar dari internet

  • view 77